Tiga Peristiwa Agung dalam Setahun: Pernikahan, Persahabatan, dan Kelahiran
Di penghujung tahun kedua hijriah, setelah Perang Badar yang agung, rangkaian peristiwa penuh berkah menghiasi lembaran sejarah kehidupan Rasulullah ﷺ dan para sahabatnya. Dalam tahun yang sama, terjadi tiga peristiwa besar yang menunjukkan betapa eratnya jalinan kasih sayang dalam keluarga Nabi, serta tingginya penghargaan Islam terhadap para sahabat utama.
Pernikahan Utsman dengan Ummu Kultsum: Gelar Dzun Nurain
Di tahun ini, Sayyidina Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu
menikah dengan Sayyidah Ummu Kultsum, putri Rasulullah ﷺ. Pernikahan ini
terjadi setelah wafatnya kakak Ummu Kultsum, yaitu Ruqayyah, yang juga
merupakan istri Utsman sebelumnya. Ruqayyah wafat tepat saat Perang Badar
berlangsung.
Dengan demikian, Utsman mendapat kehormatan menjadi menantu
Rasulullah dua kali berturut-turut. Akad nikah dengan Ummu Kultsum
dilangsungkan pada bulan Rabi'ul Awwal, dan Rasulullah ﷺ masuk menemui
istrinya itu pada bulan Jumadil Akhir.
Ketika Utsman melamar Ummu Kultsum, Rasulullah ﷺ
bersabda kepadanya dengan penuh kelembutan:
"لَوْ كَانَ لِي يَا عُثْمَانُ عَشْرَةٌ لَزَوَّجْتُكَ وَاحِدَةً
بَعْدَ الْأُخْرَى"
"Wahai Utsman, seandainya aku mempunyai sepuluh
orang putri, niscaya akan aku nikahkan mereka satu per satu denganmu."
Karena kemuliaan inilah tidak ada seorang pun dalam sejarah
yang pernah menikahi dua putri seorang nabi secara berturut-turut selain
Utsman. Maka ia pun dijuluki dengan "Dzun Nurain" —
Pemilik Dua Cahaya.
Pernikahan Nabi dengan Hafshah: Mempererat Ukhuwah dengan
Umar
Di tahun yang sama, Rasulullah ﷺ menikah dengan Sayyidah Hafshah binti Umar
bin Khaththab radhiyallahu 'anhuma. Sebelumnya, Hafshah adalah istri dari
Khunais bin Hudzafah as-Sahmi, seorang sahabat mulia yang ikut serta dalam
Perang Badar. Khunais wafat sepulang dari Perang Badar, meninggalkan Hafshah
sebagai janda muda.
Umar bin Khaththab, sang ayah, sangat menginginkan putrinya
mendapatkan pendamping yang baik. Diceritakan dalam Shahih Bukhari, Umar
menawarkan Hafshah kepada Utsman bin Affan setelah Utsman ditinggal wafat
istrinya Ruqayyah. Namun Utsman menjawab, "Aku tidak berkeinginan untuk
menikah sekarang." Umar pun menawarkannya kepada Abu Bakar ash-Shiddiq,
namun Abu Bakar diam dan tidak memberikan jawaban apa pun. Umar merasa agak
kecewa.
Beberapa hari kemudian, Rasulullah ﷺ sendiri yang melamar Hafshah. Umar pun
menikahkan putrinya dengan Baginda Nabi. Setelah itu, Abu Bakar menjelaskan
kepada Umar mengapa ia diam saat ditawari Hafshah. Ia berkata, "Tidak ada
yang menghalangiku menjawab tawaranmu, kecuali karena aku tahu bahwa Rasulullah
ﷺ
telah menyebut-nyebutnya (ingin menikahinya). Dan aku tidak suka membuka
rahasia Rasulullah ﷺ."
Dengan pernikahan ini, Rasulullah ﷺ semakin mempererat hubungannya dengan
sahabat dan "menterinya" yang kedua, Umar bin Khaththab. Sebagaimana
sebelumnya beliau telah mempererat hubungan dengan Abu Bakar melalui pernikahan
dengan Aisyah. Di samping itu, pernikahan ini juga merupakan bentuk penghargaan
Nabi kepada Khunais — suami pertama Hafshah yang gugur sebagai syuhada Badar —
dengan menjaga dan memuliakan istrinya, serta menghilangkan status janda
darinya.
Kelahiran Hasan: Cahaya Hati Fatimah
Masih di tahun yang sama, putri Rasulullah, Fatimah
az-Zahra, melahirkan putra pertamanya dari pernikahannya dengan Ali bin Abi
Thalib. Bayi mungil itu diberi nama Hasan. Kelahirannya menurut
pendapat yang paling kuat terjadi pada bulan Ramadhan, meskipun ada juga yang
berpendapat setelahnya.
Saat itu, Fatimah juga sedang mengandung calon adik Hasan,
yaitu Husain yang akan lahir beberapa waktu kemudian. Maka
mulailah generasi penerus Rasulullah dari garis putrinya, dua cucu beliau yang
kelak menjadi pemuda penghulu surga.
Demikianlah, dalam satu tahun yang sama, umat Islam
menyaksikan kemuliaan Utsman dengan julukan Dzun Nurain, eratnya ikatan Nabi
dengan Umar melalui Hafshah, serta lahirnya generasi baru dari keluarga Rasul
yang akan menjadi pelita bagi umat.
Sumber:
As-Sirah an-Nabawiyyah fi Dhau'i al-Qur'an wa as-Sunnah

Komentar
Posting Komentar