Postingan

Menghitung Jejak Perjuangan: Berapa Kali Rasulullah ﷺ Berperang?

Gambar
Setelah menuntaskan pembahasan Perang Tabuk—yang merupakan peperangan terakhir yang diikuti langsung oleh Rasulullah ﷺ —kita sampai pada sebuah pertanyaan menarik:  Sudah berapa banyakkah peperangan (ghazwah) dan ekspedisi (sariyyah) yang terjadi di masa kenabian? Para ulama dan ahli sejarah memiliki catatan yang berbeda-beda. Namun perbedaan ini bukanlah pertentangan, melainkan kekayaan pandangan yang justru menunjukkan betapa luasnya medan juang para sahabat. Kesaksian Sahabat: Berapa Ghazwah yang Diikuti? Para sahabat yang mulia memberikan kesaksian berdasarkan ingatan dan pengalaman mereka masing-masing. Mari kita simak beberapa di antaranya: 1. Zaid bin Arqam radhiyallahu ‘anhu Dalam riwayat Imam Bukhari dan Muslim, Abu Ishaq as-Sabi’i bercerita: “Aku pernah duduk di samping Zaid bin Arqam, lalu aku bertanya kepadanya: ‘Berapa kali Nabi ﷺ melakukan peperangan (ghazwah)?’ Ia menjawab: ‘ Sembilan belas kali .’ Aku bertanya: ‘Berapa kali engkau ikut serta bersa...

Para Utusan ke Yaman: Mendidik, Mengadili, dan Mengelola Zakat

Gambar
Pendahuluan: Menyebarkan Cahaya ke Seluruh Penjuru Setelah Fathu Makkah dan masuknya suku-suku Arab ke dalam Islam secara berbondong-bondong, Rasulullah ﷺ tidak tinggal diam. Beliau mengirim para sahabatnya yang paling unggul dalam ilmu agama ke berbagai wilayah, terutama Yaman, untuk mengajarkan Islam, menjadi hakim, mengurus zakat, dan memimpin rakyat. Inilah awal mula terbentuknya sistem pemerintahan Islam di luar Madinah. Pengiriman Mu'adz bin Jabal ke Yaman Rasulullah ﷺ mengirim  Mu'adz bin Jabal al-Anshari al-Khazraji  —seorang imam yang sangat unggul dalam ilmu halal dan haram—ke Yaman sebagai  hakim, pengajar agama, amil zakat, dan gubernur . Beliau menempatkan Mu'adz di salah satu wilayah Yaman yang disebut  Al-Mikhlaf al-A'la  (wilayah atas). Dalam kitab Thabaqat Ibnu Sa'd disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ menulis surat kepada penduduk Yaman:  “Sungguh aku mengirim kepada kalian sebaik-baik keluargaku (ahliku).” Ketika Mu'adz berangka...

Tahun ke-10 Hijriah: Dakwah Meluas ke Seluruh Jazirah

Gambar
Pendahuluan: Fajar Penyebaran Islam Tahun kesepuluh Hijriah menjadi saksi betapa Islam telah kokoh berdiri. Fathu Makkah telah membuka pintu bagi masuknya manusia ke dalam agama Allah secara berbondong-bondong. Kini, giliran suku-suku di pelosok Jazirah Arab yang mendapatkan sentuhan dakwah. Rasulullah ﷺ mengirim para sahabatnya ke berbagai penjuru, bukan untuk memerangi, tetapi untuk menyeru kepada kebenaran. Ekspedisi Khalid bin al-Walid ke Bani al-Harits bin Ka'ab Pada bulan  Rabiul Akhir  atau  Jumadil Awal tahun ke-10 Hijriah , Rasulullah ﷺ mengutus  Khalid bin al-Walid  menuju  Bani al-Harits bin Ka'ab  di daerah  Najran . Beliau memerintahkan Khalid untuk menyeru mereka masuk Islam. Jika mereka menerima, maka hendaklah ia menerimanya. Jika mereka menolak, maka hendaklah ia memerangi mereka. Khalid berangkat hingga tiba di tempat mereka. Ia menyeru mereka kepada Islam, dan  mereka pun masuk Islam . Khalid tinggal di teng...

Tahun Delegasi: Kisah Para Utusan yang Datang Menghadap Rasulullah ﷺ

Gambar
Setelah Fathu Makkah dan Perang Tabuk, wibawa Islam semakin kokoh. Seluruh Jazirah Arab mulai berbondong-bondong mengirim utusan ke Madinah. Tahun ke-9 Hijriah pun dikenal sebagai  Sanat al-Wufūd  (Tahun Para Delegasi). Berikut adalah kisah beberapa delegasi yang paling terkenal dan penuh hikmah. Delegasi Thayyi' dan Keislaman 'Adi bin Hatim Kisah Latar: Saffanah, Saudari 'Adi, yang Dimuliakan Sebelumnya, Rasulullah ﷺ pernah membebaskan  Saffanah , saudari  'Adi bin Hatim , saat ia menjadi tawanan perang dari suku Thayyi'. Kemudian Saffanah pergi ke Syam menemui 'Adi yang melarikan diri bersama keluarganya ketika mendengar pasukan Muslim datang. Saffanah menasihati saudaranya: “Pergilah menghadap Muhammad dan masuk Islamlah.” 'Adi Masuk ke Masjid Nabawi 'Adi pun pergi ke Madinah. Ia masuk ke Masjid Nabawi dan memberi salam kepada Rasulullah ﷺ . Beliau bertanya:  “ مَنِ الرَّجُلُ؟ ”  (Siapa laki-laki itu?) 'Adi menjawab, “'Adi bin...