Postingan

Tahun Penuh Hikmah: Syariat, Pernikahan, dan Keteladanan

Gambar
Dua Larangan Mulia di Bumi Khaibar Mengharamkan Daging Keledai Jinak dan Hewan Buas Di tengah gemilangnya kemenangan Khaibar, Rasulullah ﷺ menetapkan dua larangan besar yang menjadi syariat abadi bagi umat Islam. Beliau melarang keras konsumsi daging keledai jinak (keledai peliharaan), serta mengharamkan setiap hewan yang bertaring dari jenis buas dan setiap burung yang memiliki cakar tajam. Suasana ketika larangan itu disampaikan begitu membekas dalam ingatan para sahabat. Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Anas bin Malik, saat itu kaum Muslimin sedang memasak daging keledai di kuali-kuali besar. Tiba-tiba seorang utusan datang bertubi-tubi menyampaikan kabar, hingga akhirnya Rasulullah ﷺ memerintahkan seorang penyeru untuk berseru di tengah kerumuman: “ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ يَنْهَاكُمْ عَنْ لُحُومِ الْحُمُرِ الْأَهْلِيَّةِ فَإِنَّهَا رِجْسٌ ” Artinya: “Sesungguhnya Rasulullah melarang kalian dari (memakan) daging keledai jinak, karena ia adalah kotoran (najis/keji)...

Umrah Perjanjian: Ketika Kerinduan Bertemu Keagungan

Gambar
Persiapan Menyambut Janji Suci Detik-detik yang dinanti telah tiba. Bulan Dzulqa'dah tahun ke-7 Hijriah menyapa, dan genaplah satu tahun sejak Perjanjian Hudaibiyah ditandatangani. Kini tiba saatnya Rasulullah ﷺ dan para sahabat menunaikan apa yang telah dijanjikan: memasuki Kota Mekah untuk melaksanakan umrah. Suara muazin berkumandang di Madinah mengumandangkan perintah persiapan. Bergegaslah seluruh sahabat yang ikut dalam Perjanjian Hudaibiyah, kecuali mereka yang telah wafat atau gugur syahid. Bahkan, jumlah pasukan bertambah menjadi sekitar dua ribu orang. Rasulullah ﷺ menunjuk  ‘Uwaim bin al-Adhbath ad-Daili  sebagai pengganti beliau di Madinah. Dengan penuh kerinduan, rombongan besar itu berangkat. Mereka bertalbiyah mengagungkan nama Allah, membawa hewan-hewan kurban di depan mereka. Padang pasir yang biasanya sunyi, kini bergema dengan suara takbir, tahlil, dan talbiyah yang menggema ke langit. Kaki-kaki mereka melangkah cepat, didorong oleh kerinduan yang me...

Dua Hijrah yang Mulia dan Pelajaran Berharga dari Sebuah Ekspedisi

Gambar
Kepulangan Romantis Para Muhajirin dari Habasyah Tahun itu adalah tahun yang penuh dengan kebahagiaan bagi Rasulullah ﷺ . Di tengah kesibukan pascaperang Khaibar, sebuah kabar gembira datang. Rombongan kaum muslimin yang tersisa di Habasyah (Ethiopia) akhirnya tiba di Madinah. Mereka adalah para perantau yang lama berpisah, dan di puncak rombongan itu terdapat seorang pahlawan yang sangat dirindukan, yaitu  Ja’far bin Abi Thalib , pahlawan Perang Mu’tah kelak, beserta sekitar lima puluh orang lainnya. Di antara mereka juga ada rombongan dari Yaman, yaitu suku Asy’ariyyun, yang dipimpin oleh  Abu Musa al-Asy’ari , saudaranya Abu Burdah, dan Abu Rahim. Kisah perjalanan mereka unik. Abu Musa berkisah: “Kami mendengar kabar tentang hijrahnya Rasulullah ﷺ saat kami masih di Yaman. Maka kami pun berangkat dengan menaiki sebuah kapal. Namun, angin bertiup kencang dan membawa kapal kami hingga terdampar di Habasyah. Di sana, kami bertemu dengan Ja’far dan para sahabat lainnya. Ka...

Tahun Ketujuh Hijriah: Antara Ketaatan, Kesetiaan, dan Kemudahan dalam Ibadah

Gambar
Perang Dzatu Qord: Dendam Kilat di Padang Pasir Perang Dzatu Qord (atau dikenal juga dengan Perang Dzu Qarad) terjadi pada tahun keenam Hijriah, tepatnya tiga malam sebelum Perjanjian Hudaibiyah, sebagaimana yang dikuatkan oleh Imam Bukhari serta para ahli hadits seperti Ibnu Katsir dan Ibnu Hajar. Peristiwa ini diceritakan di sini karena kedekatan waktunya dengan tahun ketujuh, namun menjadi pelajaran berharga tentang keberanian dan pertolongan Allah. Serangan di Pagi Buta Saat itu, Abdulah bin Uyainah Al-Fazari bersama sekelompok pasukan dari kabilah Ghathafan menyerang ternak perahan (unta-unta betina penghasil susu) milik Rasulullah ﷺ yang sedang digembalakan di daerah Al-Ghabah. Penjaga ternak saat itu adalah seorang lelaki dari kabilah Ghifar bersama istrinya. Para penyerang membunuh lelaki itu, lalu menggiring semua unta perahan dan menawan istrinya. Salman bin Amr bin Al-Akwa’ adalah orang pertama yang mengetahui peristiwa ini. Ia bertemu dengan seorang budak milik Abd...

Surat-Surat Cinta untuk Dunia: Ketika Islam Menyapa Para Penguasa

Gambar
Perjanjian Hudaibiyah telah mengubah peta politik Jazirah Arab. Ancaman dari Quraisy mereda, dan untuk pertama kalinya kaum Muslimin memiliki kesempatan bernapas lega. Rasulullah ﷺ melihat peluang emas ini. Kini saatnya menyebarkan risalah Islam tidak hanya kepada penduduk Arab, tetapi kepada seluruh umat manusia. Beliau akan menyapa para raja dan penguasa di empat penjuru dunia dengan pesan yang sama: Islam adalah rahmat bagi seluruh alam. Momen Bersejarah di Balik Kedamaian Kembali dari Hudaibiyah, Rasulullah ﷺ merasa aman dari gangguan Quraisy yang selama ini menjadi penghalang utama dakwah Islam. Beliau tahu bahwa risalahnya tidak terbatas untuk orang Arab saja. Allah telah berfirman: قُلْ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا "Katakanlah (Muhammad), 'Wahai manusia! Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kamu semua.'" (QS. Al-A'raf: 158) وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ "Dan Kami tidak mengu...