Postingan

Perang Tabuk: Pelajaran dari Mereka yang Tertinggal

Gambar
Empat Golongan yang Tidak Ikut Berperang Dalam Perang Tabuk, mereka yang tidak ikut serta terbagi menjadi  empat golongan : Yang diperintah dan tetap mendapat pahala  – seperti  Ali bin Abi Thalib  dan  Muhammad bin Maslamah  (karena ditugaskan oleh Rasulullah di Madinah). Yang dimaafkan (udzur)  – yaitu orang-orang lemah, orang sakit, dan mereka yang tidak memiliki kendaraan serta tidak menemukan Rasulullah ﷺ memberi mereka bekal. Termasuk di dalamnya  kelompok al-Bakka'in  (orang-orang yang menangis karena tidak bisa ikut). Orang berdosa yang bertaubat  – yaitu  tiga orang yang tertinggal  (Ka'ab bin Malik, Hilal bin Umayyah, Murarah bin ar-Rabi'), serta  Abu Lubabah  dan kelompoknya yang mengikat diri di tiang masjid hingga Allah menerima taubat mereka. Orang tercela yang buruk  – yaitu  kaum munafik , yang lahiriah berbeda deng...

Tabuk: Pelajaran dari Negeri Tsamud, Perjanjian Damai, dan Pengkhianatan di Balik Masjid

Gambar
Melewati Negeri Tsamud: Pelajaran bagi Orang-Orang yang Berakal Dalam perjalanan menuju Tabuk, pasukan Muslim melewati daerah  Al-Hijr  —bekas perkampungan kaum Tsamud, kaum yang mendustakan Nabi Shaleh dan dibinasakan Allah. Ketika melihat tempat itu, Rasulullah ﷺ bersabda kepada para sahabat: “ لاَ تَدْخُلُوا مَسَاكِنَ الَّذِينَ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ إِلاَّ أَنْ تَكُونُوا بَاكِينَ، أَنْ يُصِيبَكُمْ مِثْلُ مَا أَصَابَهُمْ ” Artinya: “Janganlah kalian memasuki tempat-tempat tinggal orang-orang yang menzalimi diri sendiri, kecuali dalam keadaan menangis (merenungkan azab), agar kalian tidak ditimpa seperti apa yang menimpa mereka.” Beliau kemudian menutupi kepalanya dengan kain dan mempercepat langkah unta hingga melewati lembah itu. Dalam riwayat Imam Ahmad dari Ibnu Umar, disebutkan bahwa pasukan mengambil air dari sumur-sumur yang biasa digunakan kaum Tsamud. Mereka membuat adonan tepung dan memasak daging. Rasulullah ﷺ memerintahkan mereka untuk menuangkan masak...

Tahun ke-9 Hijriah: Ekspedisi ke Thayy', Kemuliaan Hati, dan Perang Tabuk yang Berat

Gambar
Tahun ke-9 Hijriah menjadi tahun yang penuh dengan ujian berat sekaligus kemuliaan. Di tahun ini, pasukan Islam menghadapi musuh terbesar Romawi dalam Perang Tabuk, di tengah panas terik, paceklik, dan perjalanan jauh. Namun, semangat juang para sahabat tidak pernah padam. Kisah dimulai dari sebuah ekspedisi kecil ke negeri Thayy'. Ekspedisi ke Thayy': Ali dan Berhala 'Al-Fals' Di bulan Rabiul Awal tahun ke-9 Hijriah, Rasulullah ﷺ mengirim  Ali bin Abi Thalib  bersama lima puluh pasukan berkuda untuk menghancurkan berhala  'Al-Fals  milik suku Thayy'. Ali berangkat, menghancurkan dan membakar berhala itu. Para penyembah berhala melawan, tetapi Ali mengalahkan mereka, mengambil unta-unta dan kambing-kambing mereka sebagai rampasan, serta menawan beberapa orang, termasuk seorang wanita bernama  Safanah binti Hatim ath-Tha'i  —putri dari  Hatim ath-Tha'i  yang sangat terkenal dengan kedermawanannya. Safanah dan Kemuliaan Rasulullah Ses...