Fathu Makkah (Bagian 5)
Fathu Makkah: Keagungan Maaf di Puncak Kemenangan Setelah penaklukan Mekah, dunia menyaksikan sebuah tontonan yang langka: seorang pemimpin yang berkuasa penuh atas musuh-musuhnya, namun memilih untuk memaafkan. Inilah puncak akhlak agung yang diajarkan Islam. Indahnya Maaf saat Berkuasa Alangkah indahnya maaf di saat mampu membalas. Alangkah agungnya jiwa-jiwa yang meninggalkan dendam dan balas dendam, bahkan meninggalkan pembalasan kejahatan dengan kejahatan serupa. Mereka memilih untuk memaafkan dan melupakan. Dan kepada siapa Rasulullah ﷺ memaafkan? Kepada orang-orang yang telah lama menyiksa beliau dan para sahabat, yang berkali-kali berniat membunuhnya, yang mengusir beliau dan pengikutnya dari kampung halaman, harta, dan keluarga. Bahkan setelah hijrah ke Madinah, mereka tidak pernah berhenti memerangi dan memusuhi beliau. Puncak yang bisa diharapkan dari jiwa manusia yang terzalimi lalu menang adalah membalas tanpa berlebihan dalam menumpahkan darah. Tetapi bel...