Perang Badar Kubra Bagian 5
Angin gurun Badar belum lama reda ketika Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wa sallam berdiri di tengah para sahabat. Hari itu, kaum muslimin bersiap menghadapi pasukan besar Quraisy yang datang dari Makkah. Beliau mengobarkan semangat para sahabat untuk berperang di jalan Allah, namun di saat yang sama, beliau tidak lupa akan sebuah hak: hak orang-orang yang pernah berbuat baik kepadanya, meskipun mereka ketika itu masih berada di barisan musyrikin. Wasiat Nabi tentang Sebagian Orang Quraisy Rasulullah mengetahui bahwa tidak semua orang Quraisy yang datang ke Badar benar-benar suka memeranginya. Sebagian dipaksa keluar karena fanatisme kabilah dan tekanan kaumnya. Di antara mereka ada orang-orang yang dulu pernah melindungi beliau di Makkah, membela beliau ketika dizalimi, dan berdiri di pihak kebenaran saat kezaliman memuncak. Di hadapan para sahabat, beliau menyampaikan wasiat yang lembut namun tegas: «إِنِّي قَدْ عَرَفْتُ رِجَالًا مِنْ بَنِي هَاشِمٍ وَغَيْرِهِمْ قَدْ أُخْرِجُوا كُرْهًا...