Postingan

Pemerintahan Abdullah Bin Az-Zubair R.A (64-73H) :Biografi dan Kekhalifahannya

Gambar
Nasabnya Dia adalah Abdullah bin az-Zubair bin al-Awwam bin Khuwailid bin Asad bin Abdul Uzza bin Qushai bin Kilab, Abu Bakar. Ada pula yang mengatakan julukannya adalah Abu Khubaib al-Qurasyi al-Asadi. Ia merupakan bayi pertama dari kalangan Muhajirin yang lahir di Madinah setelah peristiwa hijrah. Ibunya adalah Asma binti Abi Bakr ash-Siddiq, yang dijuluki Dzatun Nithaqain (wanita yang memiliki dua ikat pinggang). Ibunya berhijrah dalam keadaan mengandung dirinya, lalu melahirkannya di Quba pada awal kedatangan mereka di Madinah. Keluarganya: Di antara anak-anak lelaki yang dimilikinya adalah: Khubaib, Hamzah, Abbad, dan Thabit, yang ibu mereka bernama Tumadhir binti Manzhur al-Fazariyyah. Serta Hasyim, Qais, Urwah—yang terbunuh bersama ayahnya—dan Az-Zubair, yang ibu mereka bernama Ummu Hasyim Zuhlah binti Manzhur, saudara perempuan dari Tumadhir. Serta Amir, Musa, Ummu Hakim, Fatimah, dan Fakhitah, yang ibu mereka bernama Hintamah binti Abdurrahman bin al-Harits bin Hisya...

Penaklukan-Penaklukan (Ekspansi) Pada Masa Yazid bin Muawiyah

Gambar
Penaklukan Wilayah Turki Pada tahun 61 Hijriah, Yazid bin Muawiyah mengangkat Salm bin Ziyad sebagai gubernur wilayah Sijistan dan Khorasan ketika Salm datang menghadapnya. Saat itu, Salm baru berusia dua puluh empat tahun. Yazid pun mencopot kedua saudara Salm, yaitu Abbad dan Abdul Rahman, dari jabatan tersebut. Kemudian Salm berangkat menuju daerah tugasnya, lalu ia mulai memilih tokoh-tokoh terkemuka dan para penunggang kuda ulung, serta mengobarkan semangat masyarakat untuk berjihad. Setelah itu, ia keluar memimpin pasukan yang sangat besar untuk menaklukkan wilayah Turki didampingi oleh istrinya, Ummu Muhammad binti Abdullah bin Utsman bin Abi al-Ash. Istrinya merupakan wanita Arab pertama yang menyeberangi sungai (Sungai Jajhun/Oxus), dan ia melahirkan seorang anak laki-laki di sana yang mereka beri nama "Sughdi". Istri dari penguasa wilayah Sughd pun mengirimkan hadiah berupa mahkotanya yang terbuat dari emas dan mutiara kepada Ummu Muhammad. Sebelum peristiwa it...

Hubungan Penduduk Hijaz dengan Yazid

Gambar
Hubungan Penduduk Hijaz dengan Yazid Pada tahun 62 H, Yazid bin Muawiyah mencopot Amr bin Said dari jabatan gubernur Hijaz dan mengangkat Al-Walid bin Utbah bin Abi Sufyan sebagai penggantinya. Ketika Al-Walid memasuki Madinah, ia langsung mengamankan harta benda dan menangkap budak-budak milik Amr bin Said lalu menjebloskan mereka ke dalam penjara. Mengetahui hal tersebut, Amr bin Said bersiap-siap untuk menghadap Yazid dan mengirim pesan kepada budak-budaknya agar mendobrak keluar dari penjara untuk menyusulnya, dan mereka pun berhasil melakukannya. Ketika Amr masuk menemui Yazid, Yazid menyambutnya dengan penuh kehormatan dan penghargaan, memberikannya kendaraan, serta mendekatkan tempat duduknya. Kemudian, Yazid menegurnya atas kelalaiannya dalam menangani urusan Abdullah bin az-Zubair. Amr lalu berkata kepadanya: "Wahai Amirul Mukminin, orang yang menyaksikan langsung di lapangan dapat melihat apa yang tidak bisa dilihat oleh orang yang tidak hadir. Sesungguhnya mayorita...

Pandangan Ibnu Katsir tentang Terbunuhnya Al-Husain dan Letak Makam Al Husain

Gambar
Pandangan Ibnu Katsir tentang Terbunuhnya Al-Husain Ibnu Katsir berkata: Orang-orang yang membunuhnya membuat penafsiran (alasan) keliru terhadapnya, bahwa dia datang untuk memecah belah persatuan kaum muslimin setelah sebelumnya mereka bersatu, dan untuk menggulingkan pemimpin yang telah dibaiat oleh masyarakat serta disepakati oleh mereka. Padahal, telah diriwayatkan dalam Shahih Muslim sebuah hadits yang berisi larangan keras terhadap hal tersebut, peringatan darinya, dan ancaman atasnya. Dan seandainya diasumsikan bahwa sekelompok orang bodoh telah salah menafsirkan tujuannya lalu membunuhnya, padahal mereka tidak berhak membunuhnya, melainkan mereka wajib memenuhi permintaannya untuk memilih salah satu dari tiga opsi yang telah disebutkan sebelumnya. Maka jika sekelompok orang yang zalim dicela, tidak berarti seluruh umat ini harus dicela secara keseluruhan dan dituduh berkhianat kepada Nabinya. Keadaannya tidaklah seperti yang mereka (kelompok pencela) duga, tidak pula sepe...

Sebagian Keutamaan dan Kabar yang Menberitakan akan Terbunuhnya Al-Husain Radhiyallahu 'Anhu

Gambar
Penjelasan Mengenai Sebagian Keutamaan Al-Husain Radhiyallahu 'Anhu Al-Bukhari meriwayatkan dari hadis Syu'bah dan Mahdi bin Maimun, dari Muhammad bin Abi Ya'qub, "Aku mendengar Ibnu Abi Nu'm berkata: Aku mendengar Abdullah bin Umar ditanya oleh seorang laki-laki dari penduduk Irak tentang hukum orang yang sedang berihram membunuh lalat. Maka beliau menjawab, 'Penduduk Irak bertanya tentang hukum membunuh lalat, padahal mereka telah membunuh anak dari putri Rasulullah ﷺ !' Padahal Rasulullah ﷺ telah bersabda: « هُمَا رَيْحَانَتَايَ مِنَ الدُّنْيَا » Artinya: "Keduanya adalah kesayanganku (wewangianku) di dunia." Dan Imam Ahmad berkata: menceritakan kepada kami Abu Ahmad, menceritakan kepada kami Sufyan, dari Abu Al-Jahhaf, dari Abu Hazim, dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: « مَنْ أَحَبَّهُمَا فَقَدْ أَحَبَّنِي، وَمَنْ أَبْغَضَهُمَا فَقَدْ أَبْغَضَنِي » Artinya: "Barangsiapa mencintai keduanya, maka dia telah men...