Postingan

Haji Wada' (2)

Gambar
Haji Wada’: Dari Muzdalifah hingga Kembali ke Madinah Setelah matahari terbenam di Arafah, Rasulullah ﷺ memulai rangkaian ibadah berikutnya dengan penuh ketenangan dan keteladanan. Ke Muzdalifah: Malam yang Penuh Doa Rasulullah ﷺ menaiki untanya setelah matahari terbenam. Beliau mengencangkan tali kendali hingga kepala unta hampir menyentuh pelana. Di belakangnya, beliau membonceng  Usamah bin Zaid . Sepanjang perjalanan, beliau memberi isyarat kepada manusia seraya bersabda: “ السَّكِينَةَ، السَّكِينَةَ، لَيْسَ الْبِرُّ بِالْإِيضَاعِ ” Artinya: “Tenanglah, tenanglah. Bukanlah kebaikan itu dengan berjalan cepat (tergesa-gesa).” Beliau terus berjalan hingga tiba di  Muzdalifah . Di sana, beliau melaksanakan salat Magrib dan Isya dengan digabung (jama’ takhir) menggunakan satu azan dan dua iqamah, tanpa salat sunat di antara keduanya. Kemudian beliau berbaring hingga salat Subuh. Setelah salat Subuh, beliau menaiki untanya menuju  Al-Masy’ar al-Haram ...

Haji Wada’ (1)

Gambar
Ketika Jazirah Telah Bersatu dalam Tauhid Setelah kemenangan demi kemenangan, satu per satu suku di Jazirah Arab datang berbondong-bondong menyatakan keislaman. Kini, tidak ada lagi yang menyekutukan Allah. Rukun Islam telah dijelaskan oleh Rasulullah ﷺ , baik dengan perkataan maupun perbuatan. Hanya satu rukun yang belum beliau praktikkan secara sempurna di hadapan umat:  ibadah haji . Pada tahun ke-9 Hijriah,  Abu Bakar ash-Shiddiq  telah memimpin jamaah haji untuk mengajarkan manasik. Namun setahun kemudian, tiba saatnya Rasulullah ﷺ sendiri yang akan memandu umat, membersihkan haji dari segala bid’ah yang tersisa, dan mengembalikannya kepada tuntunan Nabi Ibrahim as. Beliau bersabda: “ كُونُوا عَلَى مَشَاعِرِكُمْ، فَإِنَّكُمْ عَلَى إِرْثٍ مِنْ إِرْثِ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ ” “Tetaplah kalian di tempat-tempat ibadah haji kalian, karena sesungguhnya kalian berada di atas warisan dari warisan bapak kalian, Ibrahim.”  (HR. An-Nasa’i, Abu Dawud, Tirmidzi, I...

Menghitung Jejak Perjuangan: Berapa Kali Rasulullah ﷺ Berperang?

Gambar
Setelah menuntaskan pembahasan Perang Tabuk—yang merupakan peperangan terakhir yang diikuti langsung oleh Rasulullah ﷺ —kita sampai pada sebuah pertanyaan menarik:  Sudah berapa banyakkah peperangan (ghazwah) dan ekspedisi (sariyyah) yang terjadi di masa kenabian? Para ulama dan ahli sejarah memiliki catatan yang berbeda-beda. Namun perbedaan ini bukanlah pertentangan, melainkan kekayaan pandangan yang justru menunjukkan betapa luasnya medan juang para sahabat. Kesaksian Sahabat: Berapa Ghazwah yang Diikuti? Para sahabat yang mulia memberikan kesaksian berdasarkan ingatan dan pengalaman mereka masing-masing. Mari kita simak beberapa di antaranya: 1. Zaid bin Arqam radhiyallahu ‘anhu Dalam riwayat Imam Bukhari dan Muslim, Abu Ishaq as-Sabi’i bercerita: “Aku pernah duduk di samping Zaid bin Arqam, lalu aku bertanya kepadanya: ‘Berapa kali Nabi ﷺ melakukan peperangan (ghazwah)?’ Ia menjawab: ‘ Sembilan belas kali .’ Aku bertanya: ‘Berapa kali engkau ikut serta bersa...

Para Utusan ke Yaman: Mendidik, Mengadili, dan Mengelola Zakat

Gambar
Pendahuluan: Menyebarkan Cahaya ke Seluruh Penjuru Setelah Fathu Makkah dan masuknya suku-suku Arab ke dalam Islam secara berbondong-bondong, Rasulullah ﷺ tidak tinggal diam. Beliau mengirim para sahabatnya yang paling unggul dalam ilmu agama ke berbagai wilayah, terutama Yaman, untuk mengajarkan Islam, menjadi hakim, mengurus zakat, dan memimpin rakyat. Inilah awal mula terbentuknya sistem pemerintahan Islam di luar Madinah. Pengiriman Mu'adz bin Jabal ke Yaman Rasulullah ﷺ mengirim  Mu'adz bin Jabal al-Anshari al-Khazraji  —seorang imam yang sangat unggul dalam ilmu halal dan haram—ke Yaman sebagai  hakim, pengajar agama, amil zakat, dan gubernur . Beliau menempatkan Mu'adz di salah satu wilayah Yaman yang disebut  Al-Mikhlaf al-A'la  (wilayah atas). Dalam kitab Thabaqat Ibnu Sa'd disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ menulis surat kepada penduduk Yaman:  “Sungguh aku mengirim kepada kalian sebaik-baik keluargaku (ahliku).” Ketika Mu'adz berangka...