Postingan

Masa Kekhalifahan Umar bin Khattab dan Ringkasan Amal Perbuatannya

Gambar
Bab Kedua: Masa Kekhalifahannya dan Ringkasan Amal Perbuatannya Masa Kekhalifahannya Ketika Abu Bakar ash-Shiddiq jatuh sakit, Umar bin al-Khattab-lah yang menggantikannya mengimami salat bagi kaum Muslimin. Di tengah masa sakitnya tersebut, Abu Bakar memberikan wasiat jabatan kekhalifahan setelahnya kepada Umar bin al-Khattab. Orang yang menulis surat wasiat tersebut adalah Utsman bin Affan, kemudian dibacakan kepada kaum Muslimin, lalu mereka pun menyetujui, mendengar, dan menaatinya. Ketika Ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu wafat pada hari Senin—ada yang mengatakan setelah Maghrib—dan dimakamkan pada malam itu juga, yaitu delapan hari sebelum berakhirnya bulan Jumadil Akhir tahun 13 Hijriah, maka urusan kepemimpinan setelahnya dijalankan dengan sebaik-baiknya oleh Amirul Mukminin Umar bin al-Khattab al-Faruq. Beliau adalah orang pertama yang dijuluki sebagai "Amirul Mukminin". Orang pertama yang memberikan salam penghormatan dengan julukan tersebut adalah Al-Mughir...

Asal-Usul Pemberian Nama pada Bangsa Arab: Antara Keanehan dan Kearifan

Gambar
Mengapa Orang Arab Memberi Nama "Anjing", "Babi", dan "Batu" untuk Anak Mereka? Pernahkah Anda mendengar nama-nama seperti  Kalb  (anjing),  Khanzir  (babi),  Hajar  (batu), atau  Qird  (kera)? Rasanya aneh, bukan, jika seseorang menyandang nama binatang buas atau benda mati? Namun tahukah Anda bahwa di kalangan bangsa Arab kuno, nama-nama seperti ini justru  lumrah  dan memiliki  makna mendalam ? Mereka tidak melakukannya tanpa alasan. Ada filosofi, strategi, dan kepercayaan yang melatarbelakangi pilihan-pilihan nama yang terasa "ganjil" di telinga kita. Mari kita menyelami lautan tradisi penamaan Arab kuno, sebagaimana diabadikan oleh para ulama besar seperti  Ibnu Duraid al-Azdi  dalam kitabnya  Al-Isytiqaq  (Kajian Etimologi Nama), juga  Al-Jahiz  dan lainnya. Polemik di Balik Nama-Nama "Binasatang" Ibnu Duraid  membuka kitabnya dengan sebuah pengamatan menarik. Ia menulis bahwa...

Totemisme dan Peran Ibu di Zaman Jahiliyah: Jejak Misterius di Balik Nama-Nama Suku Arab

Gambar
Pengantar: Nama Suku yang Aneh Pernahkah Anda membaca nama-nama suku Arab kuno seperti  Bani Kalb  (anak anjing),  Bani Asad  (anak singa),  Bani Tsa'lab  (anak rubah),  Bani Dhi'b  (anak serigala), atau  Bani Ghurab  (anak gagak)? Atau nama-nama seperti  Bani Naml  (anak semut),  Bani Jarad  (anak belalang), bahkan  Bani 'Uqrab  (anak kalajengking)? Mengapa orang Arab memberi nama suku mereka dengan nama binatang buas, serangga, atau benda mati? Apakah ini sekadar kebetulan? Ataukah ada makna mendalam yang hilang ditelan zaman? Para sarjana modern menemukan petunjuk penting. Mereka melihat bahwa nama-nama seperti ini—juga istilah-istilah dalam sistem kekerabatan Arab seperti  "al-bathn"  (perut),  "al-fakhdz"  (paha),  "ar-rahim"  (rahim),  "adh-dzahr"  (punggung),  "ad-dam"  (darah)—memiliki hubungan erat dengan dua teori besar dalam antropologi:...