Postingan

Tahun ke-9 Hijriah: Ekspedisi ke Thayy', Kemuliaan Hati, dan Perang Tabuk yang Berat

Gambar
Tahun ke-9 Hijriah menjadi tahun yang penuh dengan ujian berat sekaligus kemuliaan. Di tahun ini, pasukan Islam menghadapi musuh terbesar Romawi dalam Perang Tabuk, di tengah panas terik, paceklik, dan perjalanan jauh. Namun, semangat juang para sahabat tidak pernah padam. Kisah dimulai dari sebuah ekspedisi kecil ke negeri Thayy'. Ekspedisi ke Thayy': Ali dan Berhala 'Al-Fals' Di bulan Rabiul Awal tahun ke-9 Hijriah, Rasulullah ﷺ mengirim  Ali bin Abi Thalib  bersama lima puluh pasukan berkuda untuk menghancurkan berhala  'Al-Fals  milik suku Thayy'. Ali berangkat, menghancurkan dan membakar berhala itu. Para penyembah berhala melawan, tetapi Ali mengalahkan mereka, mengambil unta-unta dan kambing-kambing mereka sebagai rampasan, serta menawan beberapa orang, termasuk seorang wanita bernama  Safanah binti Hatim ath-Tha'i  —putri dari  Hatim ath-Tha'i  yang sangat terkenal dengan kedermawanannya. Safanah dan Kemuliaan Rasulullah Ses...

Beberapa Peristiwa di Tahun ke-8 Hijriah

Gambar
Pengharaman Nikah Mut'ah secara Permanen Pada tahun ini, Allah mengharamkan  nikah mut'ah  (pernikahan sementara) secara tetap hingga hari kiamat. Praktik yang sempat diperbolehkan dalam kondisi darurat di masa awal Islam ini kini ditutup selamanya. Rasulullah ﷺ menegaskan larangannya dalam khutbah Fathu Makkah dan juga dalam kesempatan lainnya. Pernikahan Singkat Rasulullah dengan Fatimah binti adh-Dhahhak Pada bulan Dzulqa'dah tahun ini, Rasulullah ﷺ menikahi  Fatimah binti adh-Dhahhak al-Kilabiyah . Namun, ketika beliau mendekatinya, Fatimah justru berlindung kepada Allah dari Rasulullah ﷺ (mengucapkan:  A'udzu billahi minka ). Maka Rasulullah ﷺ bersabda: “ لَقَدْ عُذْتِ بِعَظِيمٍ، الْحَقِي بِأَهْلِكِ ” Artinya: “Sungguh engkau telah berlindung kepada (Allah) Yang Maha Agung. Kembalilah kepada keluargamu.” Fatimah kemudian menyesali perbuatannya dan berkata: “Akulah orang yang celaka.” Ada yang meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ sudah menggauli...

Ketika Hati Anshar Tersentuh: Pidana yang Mengubah Segalanya

Gambar
Kekecewaan di Balik Pembagian Harta Setelah Perang Hunain dan pengepungan Thaif, Rasulullah ﷺ membagi-bagikan harta rampasan yang melimpah. Beliau memberikan bagian yang besar kepada  para pemuka Quraisy  dan  para mu'allafah  (orang-orang yang baru dilunakkan hatinya untuk masuk Islam), seperti Abu Sufyan, Shafwan bin Umayyah, dan lainnya. Namun, beliau tidak memberikan apa pun kepada kaum  Anshar . Beberapa pemuda Anshar yang masih muda dan baru dalam Islam merasa keberatan. Mereka bergumam di antara mereka sendiri: “Semoga Allah mengampuni Rasulullah. Beliau memberi Quraisy dan meninggalkan kita, padahal pedang-pedang kita masih meneteskan darah mereka (dalam Perang Hunain)?” Ucapan ini sampai kepada Rasulullah ﷺ . Beliau segera memanggil mereka dan mengumpulkan semua kaum Anshar dalam sebuah kemah (kubah). Tidak ada seorang pun yang tertinggal. Pidato yang Mengguncang Kalbu Ketika mereka telah berkumpul, Rasulullah ﷺ berdiri, memuji Allah...

Ketika Kemenangan Bertemu Kedermawanan: Kisah Delegasi Hawazin dan Pembagian Rampasan Hunain

Gambar
Setelah pengepungan Tha'if berakhir, Rasulullah ﷺ kembali ke  Ji'ranah —sebuah tempat antara Tha'if dan Mekah, lebih dekat ke Mekah. Di sanalah beliau menyimpan harta rampasan dan para tawanan perang dari Perang Hunain, untuk kemudian dibagikan. Kedatangan Delegasi Hawazin dalam Keadaan Islam Tiba-tiba, datanglah utusan dari suku  Hawazin —lawan yang baru saja dikalahkan dalam Perang Hunain. Mereka datang dalam keadaan telah masuk Islam. Mereka berkata: “Wahai Rasulullah, kami adalah keluarga dan kerabat dekat (dengan Anda). Musibah yang menimpa kami tidaklah tersembunyi bagi Anda. Maka berilah kami kebaikan, semoga Allah memberi kebaikan kepada Anda.” Lalu juru bicara mereka,  Zuhair bin Shurad , berdiri dan berkata: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya di antara para tawanan yang berada di kandang-kandang itu adalah bibibibi Anda (dari persusuan) dan pengasuh-pengasuh Anda yang dahulu merawat Anda.” Kemudian ia membacakan beberapa bait syair yang menyentuh...