Ketika Hati Anshar Tersentuh: Pidana yang Mengubah Segalanya
Kekecewaan di Balik Pembagian Harta Setelah Perang Hunain dan pengepungan Thaif, Rasulullah ﷺ membagi-bagikan harta rampasan yang melimpah. Beliau memberikan bagian yang besar kepada para pemuka Quraisy dan para mu'allafah (orang-orang yang baru dilunakkan hatinya untuk masuk Islam), seperti Abu Sufyan, Shafwan bin Umayyah, dan lainnya. Namun, beliau tidak memberikan apa pun kepada kaum Anshar . Beberapa pemuda Anshar yang masih muda dan baru dalam Islam merasa keberatan. Mereka bergumam di antara mereka sendiri: “Semoga Allah mengampuni Rasulullah. Beliau memberi Quraisy dan meninggalkan kita, padahal pedang-pedang kita masih meneteskan darah mereka (dalam Perang Hunain)?” Ucapan ini sampai kepada Rasulullah ﷺ . Beliau segera memanggil mereka dan mengumpulkan semua kaum Anshar dalam sebuah kemah (kubah). Tidak ada seorang pun yang tertinggal. Pidato yang Mengguncang Kalbu Ketika mereka telah berkumpul, Rasulullah ﷺ berdiri, memuji Allah...