Ismā‘īl dan Jejak Silsilah Arab
Dalam tradisi Islam, nama Ismā‘īl ‘alaihissalām dikenal sebagai putra Nabi Ibrāhīm yang sabar, yang bersama ayahnya membangun Ka‘bah, dan menjadi leluhur Rasulullah ﷺ . Namun dalam tradisi sejarah dan ilmu nasab, Ismā‘īl juga menempati posisi lain yang sangat penting: ia dipandang sebagai leluhur besar Arab Musta‘ribah , yaitu jalur ‘Adnaniyyah , yang darinya lahir suku-suku Arab utara. Di sisi lain, Taurat menyajikan gambaran ringkas tetapi berpengaruh. Di sana, Ismā‘īl (Ishmael/Yishma‘el) disebut sebagai anak Ibrāhīm dari istri bernama Hajar. Makna namanya kira-kira “Tuhanku mendengar” atau “Allah mendengar”. Taurat menyebut bahwa Ismā‘īl disunat pada usia tiga belas tahun, kemudian hidup di padang gurun Fārān , menikah dengan seorang perempuan Mesir, dan menjadi pemanah yang andal. Diceritakan pula bahwa ia hadir ketika Ibrāhīm dimakamkan, lalu hidup hingga usia seratus tiga puluh tujuh tahun. Sampai di sini, kisah Taurat berhenti. Sisanya dilanjutka...