Postingan

Peristiwa-Peristiwa di Masa Pemerintahannya

Gambar
Masa Jabatan sebagai Gubernur Syam Ketika wilayah Syam berhasil ditaklukan, Umar bin Al-Khattab mengangkat Muawiyah sebagai gubernur (wakil) wilayah Damaskus menggantikan saudaranya, Yazid bin Abi Sufyan. Kemudian, Utsman bin Affan menetapkan kembali posisinya atas wilayah tersebut dan menambahkan wilayah-wilayah lain ke dalam kekuasaannya. Dialah orang yang membangun Istana Al-Qubbah Al-Khadhra’ (Kubah Hijau) di Damaskus, dan mendiaminya selama empat puluh tahun. Hal ini dinyatakan oleh Al-Hafiz ibnu Asakir. Ketika Umar bin Al-Khattab mengangkatnya sebagai gubernur Syam setelah wafat saudaranya, Yazid bin Abi Sufyan, ayah Muawiyah (Abu Sufyan) berkata kepadanya: "Wahai anakku, sesungguhnya kelompok orang dari kaum Muhajirin ini telah mendahului kita (masuk Islam) sedangkan kita terlambat. Ketertinggalan mereka telah mengangkat derajat mereka, sedangkan keterlambatan kita telah menahan posisi kita. Maka mereka pun menjadi para pemimpin dan pemuka, sedangkan kita menjadi par...

Biografi dan Kekhalifahan Muawiyah bin Abu Sufyan R.A

Gambar
Silsilah dan Keluarganya: Beliau adalah Muawiyah bin Abi Sufyan Shakhr bin Harb bin Umayyah bin Abdi Syams bin Abdi Manaf bin Qushay, Abu Abdurrahman Al-Qurasyi Al-Umawi, paman para mukmin (karena saudarinya, Ummu Habibah, adalah istri Nabi), dan penulis wahyu Tuhan semesta alam. Beliau masuk Islam bersama ayah dan ibunya, Hindun binti Utbah bin Rabi'ah bin Abdi Syams, pada hari pembebasan kota Mekah (Fathu Makkah). Namun, diriwayatkan dari Muawiyah bahwa ia berkata, "Aku masuk Islam pada hari Umrah Qadha', tetapi aku menyembunyikan keislamanku dari ayah dan ibuku hingga hari Fathu Makkah." Ayahnya adalah salah satu tokoh terpandang kaum Quraisy pada masa Jahiliah, dan kepemimpinan Quraisy beralih kepadanya setelah Perang Badar, sehingga dialah panglima perang dari pihak mereka. Beliau adalah pemimpin yang ditaati dan memiliki kekayaan yang melimpah. Ketika masuk Islam, ayahnya berkata, "Wahai Rasulullah, perintahkah aku agar aku memerangi orang-orang kafir s...

Kekhalifahan Al-Hasan bin Ali radhiyallahu 'anhuma

Gambar
Baiatnya sebagai Khalifah Ketika Ibnu Muljam memukul (menusuk) Ali radhiyallahu 'anhu , orang-orang berkata kepadanya, "Pilihlah pengganti (khalifah), wahai Amirul Mukminin." Beliau menjawab, "Tidak, tetapi aku akan meninggalkan kalian sebagaimana Rasulullah ﷺ meninggalkan kalian (yaitu tanpa menunjuk pengganti). Jika Allah menghendaki kebaikan bagi kalian, Dia akan menyatukan kalian di bawah kepemimpinan orang terbaik di antara kalian, sebagaimana Dia telah menyatukan kalian di bawah kepemimpinan orang terbaik di antara kalian setelah wafatnya Rasulullah ﷺ ." Ketika Ali wafat, disalatkan oleh putranya, Al-Hasan—karena ia adalah putra tertua— radhiyallahu 'anhum , lalu dimakamkan. Orang pertama yang maju menemui Al-Hasan bin Ali radhiyallahu 'anhu adalah Qais bin Sa'ad bin Ubadah. Ia berkata, "Bentangkan tanganmu, aku akan membaiatmu berdasarkan Kitabullah (Al-Qur'an) dan Sunnah Nabi-Nya." Al-Hasan terdiam, lalu Qais membaiatnya, ...