Postingan

Tahun Kesembilan Hijriah: Duka, Hikmah, dan Tonggak Baru Ibadah Haji

Gambar
Wafatnya Najasyi: Raja yang Beriman tanpa Hijrah Di bulan Rajab tahun ke-9 Hijriah, dunia Islam kehilangan seorang sahabat sejati dari negeri yang jauh.  Ashhamah bin Abjar , sang Najasyi (raja) Habasyah (Ethiopia), meninggal dunia. Beliau telah masuk Islam pada masa Rasulullah ﷺ , namun tidak berhijrah ke Madinah. Namanya akan selalu dikenang karena kebaikannya kepada para sahabat yang hijrah ke Habasyah, melindungi mereka dengan penuh kehormatan. Pada hari yang sama dengan wafatnya sang raja, Rasulullah ﷺ memberitahukan kabar ini kepada para sahabat. Beliau keluar bersama mereka menuju tanah lapang (musalla), lalu menshalatkannya secara gaib dengan empat kali takbir. Dari peristiwa inilah disyariatkannya  salat jenazah gaib  (shalat al-gha'ib) bagi muslim yang meninggal di tempat yang jauh. عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَعَى النَّجَاشِيَّ فِي الْيَوْمِ الَّذِي مَاتَ فِيهِ، وَخَرَجَ بِهِمْ إِلَ...

Ketika Tsaqif Datang: Kisah Pengorbanan 'Urwah dan Keislaman yang Penuh Syarat

Gambar
'Urwah bin Mas'ud: Pahlawan yang Gugur di Jalan Dakwah Setelah Rasulullah ﷺ kembali dari Perang Tabuk, beliau tinggal di Madinah. Pada bulan Ramadhan, datanglah seorang tokoh terhormat dari suku Tsaqif (penduduk Tha'if) yang bernama  'Urwah bin Mas'ud ats-Tsaqafi . Ia menemui Rasulullah ﷺ sebelum beliau sampai di Madinah, lalu masuk Islam. 'Urwah kemudian meminta izin kepada Rasulullah ﷺ untuk kembali ke kaumnya, mengajak mereka masuk Islam. Rasulullah ﷺ memperingatkan:  “ إِنَّهُمْ قَاتِلُوكَ ”  (Sesungguhnya mereka akan memerangimu). 'Urwah—yang sangat dicintai dan ditaati kaumnya—menjawab dengan penuh keyakinan: “Wahai Rasulullah, aku lebih mereka cintai daripada anak-anak gadis mereka (yang sangat mereka sayangi).” Namun ketika ia kembali ke Tha'if dan menyeru mereka dari atas loteng rumahnya, mereka justru memanahnya dari segala penjuru. Sebuah anak panah mengenai tubuhnya, dan ia pun gugur sebagai syahid. Saat sekarat, ada yang bertan...

Tafsir Singkat Ayat-Ayat Perang Tabuk

Gambar
Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan banyak ayat berkaitan dengan Perang Tabuk. Berikut penjelasan ringkasnya. 1. Ayat tentang rasa berat untuk berangkat berperang يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَا لَكُمْ إِذَا قِيلَ لَكُمُ انْفِرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ اثَّاقَلْتُمْ إِلَى الْأَرْضِ ۚ أَرَضِيتُمْ بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا مِنَ الْآخِرَةِ ۚ فَمَا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فِي الْآخِرَةِ إِلَّا قَلِيلٌ Terjemahan: “Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa ketika dikatakan kepadamu, ‘Berangkatlah (untuk berperang) di jalan Allah,’ kamu merasa berat dan ingin tinggal di dunia? Apakah kamu puas dengan kehidupan dunia sebagai ganti kehidupan akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan akhirat) hanyalah sedikit.” (QS. At-Taubah: 38) Penjelasan: Ayat ini turun untuk mendorong kaum Muslimin ikut Perang Tabuk. Waktu itu kondisi sedang sulit: cuaca sangat panas, buah-buahan sedang ranum, dan orang-orang senang bernaung di tempat teduh. Allah menegur mereka yang ...