Postingan

Suku Umim, Wabar, ‘Ubail, dan ‘Abd Dakhm

Gambar
Jejak Tipis Bangsa-bangsa Arab yang Hilang Dalam kajian tentang bangsa Arab sebelum Islam, para ahli berita (ahl al-akhbār) tidak hanya menyebut suku-suku besar seperti ‘Ād dan Tsamūd. Mereka juga menyinggung kabilah-kabilah kecil yang jejaknya jauh lebih samar:  Umīm ( أميم ) ,  Wabār ( وبار ) ,  ‘Ubail ( عبيل ) , dan  ‘Abd Dakhm ( عبد ضخم ) . Nama-nama ini hadir di persimpangan antara sejarah, mitos, dan upaya ilmuwan modern untuk menghubungkannya dengan teks-teks kuno seperti Taurat dan geografi Yunani–Romawi. Berikut adalah kisah ringkas mereka berdasarkan apa yang dihimpun Juwād ‘Alī dari literatur Arab klasik dan studi modern. Suku Umim dan Negeri Wabar Para ahli berita memasukkan  Umim ( أميم )  ke dalam  lapisan suku purba , sejajar dengan  Tasm  dan  Jadis . Mereka menyusun beberapa versi silsilah, misalnya: Umim adalah keturunan  Lāūdz bin ‘Amālīq , atau keturunan  Lūdh bin Nūḥ , dan silsilah sejeni...

Kisah Syuhada Perang Uhud: Hamzah, Doa Nabi, dan Balasan Abu Sufyan

Gambar
Setelah Pertempuran: Tantangan dan Kesedihan Usai pertempuran yang dahsyat itu, Abu Sufyan bin Harb mendaki lereng bukit dan berseru kepada kaum Muslimin dari kejauhan. Dengan suara lantang ia bertanya, "Apakah Muhammad ada di antara kalian?" Rasulullah ﷺ berbisik kepada para sahabat, "Jangan jawab." Abu Sufyan kembali bertanya, "Apakah Ibnu Abi Quhafah (Abu Bakar) ada di antara kalian? Apakah Ibnu Al-Khattab (Umar) ada di antara kalian?" Sekali lagi Nabi ﷺ memerintahkan, "Jangan jawab." Maka Abu Sufyan berkata dengan sombong, "Mereka semua pasti telah terbunuh. Seandainya mereka hidup, pasti mereka akan menjawab." Umar bin Khattab tidak dapat menahan diri. Ia berteriak membalas, "Dusta engkau, wahai musuh Allah! Semua yang engkau sebutkan masih hidup! Dan masih tersisa untukmu sesuatu yang akan menyusahkanmu!" Abu Sufyan menjawab, "Hari ini balasan untuk kekalahan di Badar. Perang itu silih berganti. Satu...

Kemenangan Ahlus Sunnah di Herat: Kisah Sultan Hussein dan Kehancuran Pasukan Rafidhah

Gambar
Seorang Sultan Pemberani dari Herat Saat aku tiba di Herat, aku mendengar banyak cerita tentang penguasanya,  Sultan Husain bin Ghiyatsuddin al-Ghuri . Ia adalah sultan agung yang terkenal dengan keberaniannya yang luar biasa. Dua peristiwa ajaib dalam hidupnya membuat siapa pun yang mendengar takjub. Pertama, saat pasukannya bertemu dengan pasukan  Sultan Khalil —yang pernah kubagi kisahnya sebelumnya—yang telah berkhianat dan menyerangnya. Akhir dari pertempuran itu adalah Khalil sendiri menjadi tawanan di tangannya. Kedua, saat ia langsung berhadapan dengan  Mas'ud , pemimpin kaum Rafidhah (Syiah ekstrem). Hasilnya? Pasukan Mas'ud hancur berantakan, ia sendiri melarikan diri, dan kerajaannya lenyap. Sultan Husain naik takhta setelah kakaknya yang dikenal dengan julukan  Al-Hafizh , dan setelah ayahnya, Sultan Ghiyatsuddin. Tujuh Perampok yang Menjadi Penguasa Sebelum sampai pada pertempuran besar itu, aku perlu bercerita tentang asal-usul kekacau...

Tasm dan Jadis: Dua Kabilah yang Hilang dari al-Yamāmah

Gambar
Dalam kisah-kisah kuno Arab, nama  Ṭasm  dan  Jadis  selalu muncul berpasangan. Keduanya digolongkan sebagai bagian dari  “al-‘Arab al-bā’idah”  – suku-suku Arab purba yang dianggap telah lenyap sebelum masa Islam. Sekalipun hari ini tak ada lagi jejak hidup mereka, bayangannya masih hadir dalam cerita, peribahasa, puisi, dan nama-nama tempat yang bertahan sampai masa kemudian. Siapakah Kabilah Tasm? Para ahli berita (ahl al-akhbār) memberikan beberapa versi nasab untuk  Ṭasm . Di antara yang paling sering disebut: Ṭasm bin Lāūdz bin Iram, atau Ṭasm bin Lāūdz bin Sām, atau Ṭasm bin Kāṯir. Semua versi ini ingin menegaskan bahwa mereka adalah suku tua yang disambungkan ke garis  Sām bin Nūḥ  lewat Iram dan Lāūdz. Menariknya,  nama Tasm sama sekali tidak muncul dalam Al-Qur’an . Kita mengenalnya hanya melalui kisah-kisah yang dicatat dalam buku-buku sejarah dan adab pada masa Islam. Sebagian ahli bahasa bahkan menganggap bahwa b...