Postingan

Jurhum dan Kaum ‘Amaliq: Jejak Bangsa-Bangsa Arab Purba

Gambar
Dalam literatur sejarah Arab kuno, ada beberapa kabilah yang hanya dikenal lewat riwayat para ahli nasab dan penulis berita (akhbāriyyūn). Mereka disebut sebagai  al-‘Arab al-bā’idah  – bangsa Arab yang telah punah, yang hidup jauh sebelum Islam dan bahkan sebelum masa para nabi terkenal di kawasan itu. Dua nama yang sering muncul dalam pembahasan ini adalah kabilah  Jurhum  dan  al-‘Amāliqa (kaum ‘Amaliq / Amalek) . Tulisan ini merangkum keterangan para ulama klasik tentang keduanya dan mengaitkannya dengan sumber Yahudi (Taurat/Perjanjian Lama). Dua Jurhum: Jurhum Pertama dan Jurhum Kedua Para ahli nasab dan ahli sejarah membedakan antara dua kelompok yang sama-sama disebut  Jurhum . Mereka menyebut kelompok pertama sebagai  “Jurhum al-Ūlā” (Jurhum pertama) . Menurut riwayat, Jurhum pertama ini berbeda dari Jurhum yang berasal dari keturunan Qahtan. Jurhum pertama digolongkan ke dalam  Arab yang telah punah ( العرب البائدة ) . Dise...

Pemakaman Syuhada Uhud: Keutamaan, Mukjizat Kesembuhan Mata Qatadah, dan Ziarah Para Sahabat

Gambar
Mengantar Para Syuhada ke Peristirahatan Terakhir Usai pertempuran yang menyisakan duka, Rasulullah ﷺ memberikan perintah tegas mengenai para syuhada yang gugur di medan Uhud: mereka harus dikuburkan di tempat mereka gugur. Tidak boleh dipindahkan. Beberapa keluarga telah membawa pulang jenazah orang-orang tercinta mereka ke Madinah, berharap dapat menguburkannya di pemakaman keluarga. Namun utusan Rasulullah ﷺ segera menyusul dan menyerukan: " أَنْ رُدُّوا الْقَتْلَى إِلَى مَضَاجِعِهِمْ " "Kembalikan para syuhada ke tempat tidur mereka (tempat mereka gugur)." Maka dengan berat hati, mereka mengembalikan jenazah-jenazah itu ke lereng Uhud. Rasulullah ﷺ sendiri yang mengatur penguburan mereka. Dua atau tiga orang syuhada dikuburkan dalam satu liang lahat. Bahkan terkadang dalam satu kain kafan mereka disatukan. Beliau bertanya kepada para sahabat: « أَيُّهُمْ أَكْثَرُ أَخْذًا لِلْقُرْآنِ؟ » "Siapa di antara mereka yang paling banyak hafal Al-Q...

Syahidnya Seorang Syaikh dan Taubatnya Seorang Pemabuk: Kisah dari Herat dan Al-Jam

Gambar
Suku Turk di Padang Rumput Di sekitar Herat, hiduplah suku-suku Turk pengembara. Mereka mendiami padang rumput luas dan dipimpin oleh seorang raja bernama  Ghaytumur —yang telah kusebut sebelumnya. Jumlah mereka sekitar  lima puluh ribu jiwa . Sebelum kemenangan besarnya atas pasukan Rafidhah, Sultan Husain sangat berhati-hati terhadap mereka. Setiap tahun ia mengirim hadiah dan bersikap lunak, sekadar untuk menjaga perdamaian. Namun setelah kemenangan itu, posisi Sultan jauh lebih kuat. Ia kini bisa sedikit lebih berani menghadapi mereka. Suku-suku Turk ini sering datang ke Herat. Kadang mereka minum khamar di kota, bahkan ada yang datang dalam keadaan mabuk. Dan di sinilah peran  Syaikh Nizhamuddin Maulana —pemimpin spiritual yang kuceritakan sebelumnya. Setiap kali ia mendapati orang Turk yang mabuk, ia akan menegakkan hukuman  had  (cambuk) atas mereka, tanpa pandang bulu. Padahal, orang-orang Turk ini adalah pejuang tangguh. Mereka sering menyerbu p...

Suku Umim, Wabar, ‘Ubail, dan ‘Abd Dakhm

Gambar
Jejak Tipis Bangsa-bangsa Arab yang Hilang Dalam kajian tentang bangsa Arab sebelum Islam, para ahli berita (ahl al-akhbār) tidak hanya menyebut suku-suku besar seperti ‘Ād dan Tsamūd. Mereka juga menyinggung kabilah-kabilah kecil yang jejaknya jauh lebih samar:  Umīm ( أميم ) ,  Wabār ( وبار ) ,  ‘Ubail ( عبيل ) , dan  ‘Abd Dakhm ( عبد ضخم ) . Nama-nama ini hadir di persimpangan antara sejarah, mitos, dan upaya ilmuwan modern untuk menghubungkannya dengan teks-teks kuno seperti Taurat dan geografi Yunani–Romawi. Berikut adalah kisah ringkas mereka berdasarkan apa yang dihimpun Juwād ‘Alī dari literatur Arab klasik dan studi modern. Suku Umim dan Negeri Wabar Para ahli berita memasukkan  Umim ( أميم )  ke dalam  lapisan suku purba , sejajar dengan  Tasm  dan  Jadis . Mereka menyusun beberapa versi silsilah, misalnya: Umim adalah keturunan  Lāūdz bin ‘Amālīq , atau keturunan  Lūdh bin Nūḥ , dan silsilah sejeni...

Kisah Syuhada Perang Uhud: Hamzah, Doa Nabi, dan Balasan Abu Sufyan

Gambar
Setelah Pertempuran: Tantangan dan Kesedihan Usai pertempuran yang dahsyat itu, Abu Sufyan bin Harb mendaki lereng bukit dan berseru kepada kaum Muslimin dari kejauhan. Dengan suara lantang ia bertanya, "Apakah Muhammad ada di antara kalian?" Rasulullah ﷺ berbisik kepada para sahabat, "Jangan jawab." Abu Sufyan kembali bertanya, "Apakah Ibnu Abi Quhafah (Abu Bakar) ada di antara kalian? Apakah Ibnu Al-Khattab (Umar) ada di antara kalian?" Sekali lagi Nabi ﷺ memerintahkan, "Jangan jawab." Maka Abu Sufyan berkata dengan sombong, "Mereka semua pasti telah terbunuh. Seandainya mereka hidup, pasti mereka akan menjawab." Umar bin Khattab tidak dapat menahan diri. Ia berteriak membalas, "Dusta engkau, wahai musuh Allah! Semua yang engkau sebutkan masih hidup! Dan masih tersisa untukmu sesuatu yang akan menyusahkanmu!" Abu Sufyan menjawab, "Hari ini balasan untuk kekalahan di Badar. Perang itu silih berganti. Satu...