Postingan

Arab Ba'idah (Bangsa Arab yang Punah)

Gambar
Kaum ‘Arab yang Punah dan Kisah Kaum ‘Ād Dalam tradisi para ahli sejarah Arab klasik, bangsa Arab sering dibagi menjadi tiga lapisan:  Arab bā’idah  (Arab yang punah),  Arab ‘āribah  (Arab asli), dan  Arab musta‘ribah  (Arab yang menjadi Arab). Mengikuti pembagian itu, pembahasan biasanya dimulai dari lapisan pertama:  Arab bā’idah , yakni suku-suku tua yang diyakini pernah hidup, lalu lenyap dari panggung sejarah. Dari “Bangsa Legenda” ke Temuan Nyata Untuk waktu yang lama, banyak orientalis (sarjana Barat) meragukan keberadaan nyata sebagian besar suku yang digolongkan sebagai Arab bā’idah. Mereka menganggap nama-nama seperti ‘Ād dan Ṯamūd hanyalah hasil imajinasi para perawi Arab, apalagi ketika tidak menemukan padanan nama yang mirip dalam bahasa-bahasa kuno atau literatur klasik Yunani–Latin. Namun penilaian ini kemudian terbukti tergesa-gesa. Seiring berkembangnya kajian arkeologi dan epigrafi (ilmu prasasti), para peneliti berhasil menem...

Persiapan Perang Uhud: Strategi Pasukan Pemanah, Pedang Abu Dujanah, dan Semangat Pemuda Islam

Gambar
Inspeksi Pasukan dan Semangat Pemuda Di tengah perjalanan menuju Uhud, Rasulullah ﷺ menghentikan barisan. Beliau menginspeksi pasukan satu per satu. Saat itulah tampak beberapa wajah muda yang masih belia, bersembunyi di antara para prajurit dewasa. Mereka adalah anak-anak yang belum cukup umur, namun hati mereka berkobar-kobar ingin turut serta berjihad. Cinta syahid telah merasuk ke dalam jiwa mereka. Maka dengan penuh kasih sayang, Nabi ﷺ memulangkan mereka. Di antaranya adalah Abdullah bin Umar, Al-Barra' bin Azib, Usamah bin Zaid, Zaid bin Tsabit, dan 'Urabah bin Aus. Namun hati mereka tetap di medan perang. Kelak, di Perang Khandaq, Nabi mengizinkan mereka bergabung. Kisah Samurah bin Jundub dan Rafi' bin Khadij menarik untuk dicermat. Keduanya sama-sama berusia lima belas tahun dan ditolak Nabi. Lalu seseorang berkata, "Wahai Rasulullah, Rafi' adalah seorang pemanah ulung." Maka beliau pun mengizinkannya. Mendengar itu, dikatakan pula, "Sam...

Rihlah Ibnu Battutah #59 : Dari Khawarizmi ke Bukhara

Gambar
Keistimewaan Buat-Buahan Khawarizmi Semangka Khawarizmi benar-benar tak tertandingi di seluruh dunia, baik di Timur maupun di Barat. Hanya semangka Bukhara yang bisa menyainginya, lalu disusul semangka Isfahan. Kulitnya hijau, isinya merah, manisnya sungguh terasa, dan dagingnya padat. Salah satu keajaibannya adalah ia bisa diiris tipis dan dikeringkan di bawah matahari, lalu disimpan dalam peti, seperti cara kita mengawetkan daging asap atau buah tin Malaga di negeri kami. Semangka kering ini dibawa dari Khawarizmi hingga ke ujung negeri India dan Cina. Di antara semua buah kering, tak ada yang lebih lezat darinya. Selama tinggal di Delhi, India, setiap kali ada musafir yang datang, aku selalu menyuruh seseorang membelikan semangka kering untukku. Bahkan, Raja India jika mendapat kiriman buah ini, selalu mengirimkannya kepadaku karena ia tahu betapa aku menyukainya. Memang sudah menjadi kebiasaan sang raja untuk menjamu orang asing dengan buah-buahan khas negeri mereka dan memperhat...

Thabaqat (Lapisan) Bangsa Arab Menurut Sejarah Pra‑Islam

Gambar
Para perawi dan ahli sejarah Arab kuno hampir sepakat bahwa bangsa Arab dapat dibagi ke dalam beberapa lapisan (ṭabaqāt). Pembagian ini dilihat dari dua sisi: usia keberadaan mereka dalam sejarah, dan garis keturunan (nasab). 1. Pembagian Arab Berdasarkan Keaslian dan Usia Sejarah Para perawi (ruwāt) dan ahli berita (ahl al-akhbār) hampir sepakat membagi bangsa Arab, dari sisi “ke-tua-an” atau lamanya mereka dikenal dalam sejarah, ke dalam beberapa kelompok utama. Mereka menyebut adanya: Arab bā’idah: bangsa Arab yang telah punah, lenyap dari panggung sejarah, dan hanya tersisa dalam ingatan dan cerita. Arab ‘āribah: Arab asli, yang dianggap murni kearabannya. Arab musta‘ribah: kelompok yang pada asalnya bukan Arab, lalu menjadi Arab (terarabkan) karena pergaulan, pernikahan, dan tinggal di lingkungan Arab. Dalam sebagian riwayat, istilahnya sedikit berbeda, misalnya: Arab ‘āribah, Arab muta‘ribah, dan Arab musta‘ribah; atau Arab ‘āribah dan ...

Kisah Persiapan Menghadapi Perang Uhud

Gambar
Kabar dari Mekah, Tiba di Madinah Berita tentang rencana besar pasukan Quraisy mulai bergerak. Abbas bin Abdul Muthalib, paman Nabi yang masih tinggal di Mekah, mengetahui persiapan matang musuh. Mereka telah menghasut berbagai kabilah, mengumpulkan pasukan besar, dan bertekad menyerang Madinah. Dengan cemas, Abbas menulis surat rahasia untuk keponakannya, Nabi Muhammad ﷺ , yang berisi semua detail rencana Quraisy. Surat itu dipercayakan kepada seorang pria dari Bani Ghifar, yang berhasil menyampaikannya ke tangan Nabi di Madinah. Ubay bin Ka’blah yang membacakan surat itu untuk Nabi. Mendengar isinya, Nabi ﷺ meminta Ubay dan beberapa sahabat terpercaya lainnya untuk merahasiakan kabar ini. Kekhawatiran mulai menyelimuti. Untuk memastikan kebenaran informasi, Nabi mengutus dua bersaudara, Anas dan Mu’nis putra Fadhalah, untuk menyelidiki pergerakan Quraisy. Kedua utusan itu kembali dengan laporan yang mengonfirmasi: Pasukan Quraisy sudah mendekati Madinah! Kuda dan unta mereka tela...

Rihlah Ibnu Bathutah #58 : Kisah Sang Amir Khawarizm

Gambar
Pertemuan dengan Sang Penguasa Namanya adalah Amir Quthludumur. Namanya mengandung arti "besi yang diberkahi", karena 'Quthlu' berarti yang diberkahi dan 'Dumur' berarti besi. Dia adalah sepupu dari Sultan Muhammad Uzbak yang agung, sekaligus amirnya yang paling senior. Dia diangkat sebagai gubernur Khurasan. Putranya, Harun Bak, menikahi putri Sultan yang ibunya adalah Ratu Taytughli yang telah kami sebutkan sebelumnya. Istrinya, Khatun Turabak, terkenal dengan kemuliaan akhlaknya. Ketika Qadhi datang memberi salam kepadaku seperti yang telah diceritakan, ia berkata, "Sang Amir telah mengetahui kedatanganmu, tetapi ia masih terserang penyakit yang menghalanginya untuk mendatangimu." Maka aku pun berkuda bersama Qadhi untuk mengunjunginya. Kami tiba di kediamannya dan memasuki sebuah halaman luas yang sebagian besar bangunannya terbuat dari kayu. Kemudian kami masuk ke halaman kecil yang di dalamnya terdapat sebuah kubah kayu berhias. Dindingnya ...