Surat Al-Fath: Ketika Kemenangan Datang Tanpa Pedang
Peristiwa Hudaibiyah telah usai. Rasulullah ﷺ dan para sahabat kembali ke Madinah dengan perasaan campur aduk. Ada yang lega, ada pula yang masih menyimpan tanya di hati. Namun di tengah perjalanan pulang, langit Madinah kembali disinari wahyu. Turunlah Surat Al-Fath, sebuah surat yang mengubah cara pandang para sahabat tentang apa yang baru saja mereka alami. Surat ini bukan sekadar bacaan, melainkan penjelasan Ilahi bahwa apa yang tampak sebagai kemunduran ternyata adalah kemenangan yang nyata. Al-Fath: Kemenangan yang Sesungguhnya Allah memulai surat ini dengan kabar yang menggembirakan: بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ. إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُّبِينًا "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata." (QS. Al-Fath: 1) Para ulama sepakat bahwa "kemenangan yang nyata" ( fathan mubina ) yang dimaksud dalam ayat ini adalah Perjanjian Hudaibiyah. Sebuah kesepakatan da...