Perang Hunain: Pelajaran dari Kemenangan yang Hampir Sirna
Kekhawatiran Hawazin dan Persiapan Perang Ketika Allah membukakan kemenangan atas Mekah kepada Rasulullah ﷺ dan kaum mukminin, dan Quraisy pun tunduk, maka ketakutanlah suku Hawazin dan Tsaqif. Mereka berkata, “Sekarang Muhammad telah selesai memerangi kita, maka seranglah dia sebelum dia menyerang kita.” Mereka sepakat untuk memerangi Rasulullah. Mereka mengangkat Malik bin ‘Auf an-Nashri sebagai pemimpin. Bergabunglah pasukan dari Hawazin, Tsaqif, Nashr, Jusyam, Sa’d bin Bakr (kaum dari ibu susuan Rasulullah, Halimah as-Sa’diyah), dan beberapa orang dari Bani Hilal. Namun, dari Hawazin sendiri, suku Ka’ab dan Kilab tidak ikut. Turut serta dalam pasukan itu Duraid bin ash-Shimmah , seorang panglima tua yang dikenal sangat pemberani dan pandai dalam peperangan. Namun usianya sudah lanjut sehingga hanya bisa memberi nasihat. Malik bin ‘Auf berpendapat agar mereka membawa serta wanita, anak-anak, dan harta benda ke medan perang. Tujuannya agar para prajurit tida...