Postingan

Kekhalifahan Ahmad Al-Musta'in Billah bin Muhammad bin Al-Mu'tasim (248 - 251 H)

Gambar
Biografinya Nasabnya: Abu Al-Abbas Ahmad Al-Musta'in Billah bin Muhammad bin Al-Mu'tasim bin Harun bin Muhammad Al-Mahdi bin Abi Ja'far Al-Mansur. Baiatnya: Ia dibaiat sebagai khalifah pada hari wafatnya Al-Muntasir di tahun 248 H. Ia dibaiat oleh masyarakat umum. Kemudian sekelompok orang dari pasukan Turki yang merupakan pengikut Al-Mu'tazz memberontak kepadanya. Mereka berkata: "Wahai Mu'tazz, wahai Mansur!" Banyak orang yang bergabung dengan mereka. Di sisi lain, mayoritas pasukan mendukung Al-Musta'in. Terjadilah pertempuran sengit selama berhari-hari, dan banyak orang dari kedua belah pihak yang terbunuh. Banyak tempat di Baghdad dijarah, dan terjadi fitnah (kekacauan) yang sangat besar. Namun pada akhirnya, kekuasaan Al-Musta'in stabil. Ia pun mulai mengangkat pejabat, memecat pejabat, memutuskan perkara, menyambung hubungan, memerintah, dan melarang. Upaya Menenangkan Al-Mu'tazz dan Ibrahim (Putra-putra Al-Mutawakkil): Pada t...

Kekhalifahan Muhammad Al-Muntasir Billah bin Al-Mutawakkil 'Ala Allah (247-248 H)

Gambar
Biografinya Nasabnya: Muhammad bin Ja'far (Al-Mutawakkil) bin Al-Mu'tasim bin Harun bin Muhammad Al-Mahdi bin Abi Ja'far Al-Mansur. Ibunya adalah seorang hamba sahaya ( ummul walad ) bernama Habasyiyyah, keturunan Romawi. Sifat-sifatnya: Al-Muntasir memiliki mata yang lebar dan indah, hidung yang mancung, bertubuh agak pendek, berwibawa, dan memiliki perawakan yang bagus. Di antara perkataannya yang sangat baik adalah: "Demi Allah, orang yang berada di atas kebatilan tidak akan pernah mulia sedikit pun, meskipun bulan terbit dari dahinya. Dan orang yang berada di atas kebenaran tidak akan pernah hina sedikit pun, meskipun seluruh dunia sepakat untuk menentangnya." Wafatnya: Al-Muntasir pernah bermimpi seolah-olah ia sedang menaiki anak tangga, lalu ia sampai pada anak tangga yang ke dua puluh lima. Ia pun menceritakan mimpi tersebut kepada seorang penafsir mimpi. Penafsir itu berkata kepadanya: "Ini berarti engkau akan memegang kekhalifahan selama ...

Kekhalifahan Al-Mutawakkil 'Alallah Ja'far bin Al-Mu'tasim Billah (232 - 247 H)

Gambar
Pasal Pertama: Biografi dan Kekhalifahannya Biografinya Nasabnya Ja'far putra Al-Mu'tasim bin Harun bin Muhammad Al-Mahdi bin Abi Ja'far Al-Mansur, Abu Al-Fadl Al-Mutawakkil. Ibunya adalah seorang hamba sahaya ( ummul walad ) bernama Syuja'. Ia termasuk di antara wanita yang paling dermawan dan teguh. Al-Mutawakkil dilahirkan di Fam As-Silh pada tahun 207 H. Sifat-sifat dan Keutamaannya Ia berkulit cokelat, matanya indah, bertubuh ramping, jenggotnya tipis, dan wajahnya lebih mirip ke arah (keluarga) istana. Suatu hari ia pernah berkata kepada sebagian orang: "Sesungguhnya para khalifah dahulu bersikap keras kepada rakyat agar mereka taat, sedangkan aku bersikap lemah lembut kepada mereka agar mereka mencintaiku dan mentaatiku." Diriwayatkan oleh Ahmad bin Marwan Al-Maliki: dari Ahmad bin Ali Al-Basri ia berkata: Al-Mutawakkil mengutus seseorang kepada Ahmad bin Al-Mu'addal dan ulama lainnya, lalu ia mengumpulkan mereka di rumahnya....