Postingan

Kaum Hadhur dan Kisah Ashab al-Rass: Jejak Bangsa Purba yang Terlupakan

Gambar
Dalam lembaran sejarah Arab sebelum Islam, kita mengenal nama-nama kaum yang hanya tinggal sebagai cerita: tidak ada lagi sisa-sisa kekuasaan mereka, dan jejak fisiknya pun hampir lenyap. Di antara kaum-kaum itu, para ahli sejarah klasik menyebut  Ḥaḍhur  (atau Ḥaḍhurā’) dan  Ashḥāb ar-Rass . Kisah mereka bercampur antara riwayat Arab, isyarat Al-Qur’an, dan pengaruh kuat cerita dari kitab-kitab Bani Israil. Artikel ini berusaha menceritakan kembali kisah mereka dengan bahasa yang mengalir, sambil tetap menjaga isi pokok riwayat yang disebut para ulama. Kaum Ḥaḍhur dan Negeri al-Rass Para ahli berita (ahl al-akhbār) meriwayatkan kisah tentang kaum yang disebut  Ḥaḍhur . Mereka diceritakan tinggal di suatu kawasan bernama  al-Rass , hidup sebagai penyembah berhala dan jauh dari petunjuk tauhid. Allah mengutus kepada mereka seorang nabi dari kalangan mereka sendiri, bernama  Syu‘aib bin Dzi Mehr‘a . Namun, sebagaimana banyak kaum yang diceritaka...

Pelajaran Berharga di Balik Kekalahan Uhud

Gambar
Perang Uhud tidak hanya meninggalkan luka dan duka, tetapi juga hikmah mendalam yang menjadi guru bagi kaum Muslimin untuk selamanya. Kekalahan yang pahit itu mengajarkan mereka bahwa kemenangan sejati bukan sekadar menguasai medan perang atau mengumpulkan harta rampasan, melainkan ketaatan mutlak kepada Rasulullah ﷺ dan keikhlasan dalam berjuang di jalan Allah. Sebab Utama Kekalahan Ada dua faktor utama yang menyebabkan kekalahan kaum Muslimin pada Perang Uhud, setelah sebelumnya mereka berada di ambang kemenangan. Pertama , pelanggaran yang dilakukan oleh sebagian besar pasukan pemanah terhadap perintah Rasulullah ﷺ . Beliau telah berpesan dengan tegas agar mereka tetap bertahan di posisi di Bukit Uhud, baik dalam keadaan menang maupun kalah. Namun ketika mereka melihat pasukan Quraisy tercerai-berai dan harta rampasan bertebaran, mereka tergoda untuk turun meninggalkan posisi strategis itu. Kedua , sebagian pasukan lebih mengutamakan harta rampasan daripada melanjutka...

Menelusuri Jejak Para Wali: Dari Makam Al-Ghazali hingga Gerbang India

Gambar
Menuju Thous: Makam Sang Hujjatul Islam Dari kota Al-Jam, kami melanjutkan perjalanan menuju  Thous , kota terbesar dan teragung di seluruh Khurasan. Di kota inilah dimakamkan Imam terkenal,  Abu Hamid Al-Ghazali —semoga Allah meridhainya. Aku berziarah ke makamnya, berdiri sejenak merenungkan jasa-jasa besar seorang pembaru agama ini. Sungguh, namanya telah memenuhi dunia, namun di sini ia terbaring dalam kesederhanaan. Masyhad: Dua Makam Berhadapan Dari Thous, kami menuju  Masyhad ar-Ridha —makam  Ali bin Musa al-Kadhim bin Ja'far ash-Shadiq bin Muhammad al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Husain asy-Syahid bin Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib  radhiyallahu 'anhum. Kota ini besar dan megah, penuh dengan buah-buahan, sungai mengalir, dan kincir-kincir air berputar di mana-mana. Di kota ini tinggal seorang tokoh bernama  At-Thahir Muhammad Syah —mereka menyebut "Ath-Thahir" seperti orang Mesir, Syam, dan Irak menyebut "An-Naqib", sementara or...

Jurhum dan Kaum ‘Amaliq: Jejak Bangsa-Bangsa Arab Purba

Gambar
Dalam literatur sejarah Arab kuno, ada beberapa kabilah yang hanya dikenal lewat riwayat para ahli nasab dan penulis berita (akhbāriyyūn). Mereka disebut sebagai  al-‘Arab al-bā’idah  – bangsa Arab yang telah punah, yang hidup jauh sebelum Islam dan bahkan sebelum masa para nabi terkenal di kawasan itu. Dua nama yang sering muncul dalam pembahasan ini adalah kabilah  Jurhum  dan  al-‘Amāliqa (kaum ‘Amaliq / Amalek) . Tulisan ini merangkum keterangan para ulama klasik tentang keduanya dan mengaitkannya dengan sumber Yahudi (Taurat/Perjanjian Lama). Dua Jurhum: Jurhum Pertama dan Jurhum Kedua Para ahli nasab dan ahli sejarah membedakan antara dua kelompok yang sama-sama disebut  Jurhum . Mereka menyebut kelompok pertama sebagai  “Jurhum al-Ūlā” (Jurhum pertama) . Menurut riwayat, Jurhum pertama ini berbeda dari Jurhum yang berasal dari keturunan Qahtan. Jurhum pertama digolongkan ke dalam  Arab yang telah punah ( العرب البائدة ) . Dise...