Menelusuri jejak emas Sejarah Peradaban Islam. Kisah inspiratif Nabi dan Rasul, Sirah Nabawiyah, Kepemimpinan Khulafaur Rasyidin, hingga kejayaan Daulah Islamiyah.
Daftar Isi
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
Klik tombol panah untuk melihat daftar isi selengkapnya.
Huru-hara di Madinah: Berita yang Mencengangkan Berita wafatnya Rasulullah ﷺ menyebar cepat ke seluruh penjuru Madinah. Seketika itu juga, tangisan dan ratapan bergema bagaikan suara talbiyah para jamaah haji yang menggema. Kabar ini begitu mengguncang hati Umar bin al-Khaththab . Ia berdiri dengan penuh amarah, mengancam dan memperingatkan siapa pun yang berani mengatakan bahwa Nabi telah wafat. Umar berseru dengan lantang: “Demi Allah, beliau tidak mati! Beliau pergi menghadap Tuhannya sebagaimana Musa bin Imran pergi meninggalkan kaumnya selama empat puluh malam, kemudian kembali kepada mereka. Demi Allah, Rasulullah pasti akan kembali sebagaimana Musa kembali. Sungguh akan kupotong tangan dan kaki orang-orang yang mengatakan bahwa beliau telah mati!” Suasana mencekam. Orang-orang kebingungan. Ada yang terpaku, ada yang menangis histeris. Hingga kemudian muncullah sosok penenang dari kejauhan. Abu Bakar: Ketegangan Berubah Menjadi Kesadaran Abu Bakar ash-...
Perintah Salat: Abu Bakar Menjadi Imam Ketika sakit Rasulullah ﷺ semakin parah, beliau bersabda: “ مُرُوا أَبَا بَكْرٍ فَلْيُصَلِّ بِالنَّاسِ ” “Suruhlah Abu Bakar agar salat mengimami manusia.” Aisyah —yang sangat mencintai ayahnya dan khawatir orang akan sial karena melihat Abu Bakar menggantikan posisi Rasulullah—berkata: “Sesungguhnya Abu Bakar adalah orang yang lembut hatinya (mudah menangis). Jika ia berdiri di tempatmu, ia tidak akan mampu salat mengimami manusia.” Rasulullah ﷺ mengulangi perintahnya, dan Aisyah mengulangi alasannya. Maka beliau bersabda: “ إِنَّكُنَّ صَوَاحِبُ يُوسُفَ، مُرُوا أَبَا بَكْرٍ فَلْيُصَلِّ بِالنَّاسِ ” “Sungguh kalian seperti wanita-wanita (penggoda) Yusuf. Suruhlah Abu Bakar agar salat mengimami manusia.” Seorang sahabat keluar untuk menyampaikan perintah itu, tetapi tidak menemukan Abu Bakar. Ia menemukan Umar dan berkata: “Berdirilah wahai Umar, salatlah mengimami manusia.” Ketika Umar bertakbir, Rasulullah ﷺ mendenga...
Setelah baiat umum selesai, kaum Muslimin segera berkonsentrasi untuk mempersiapkan jenazah Rasulullah ﷺ . Dalam setiap langkah, mereka menjadikan Abu Bakar ash-Shiddiq sebagai rujukan ketika ada hal-hal yang masih samar—mulai dari memandikan, mengafani, hingga menguburkan. Memandikan Jenazah dengan Penuh Adab dan Kerinduan Hadir dalam prosesi memandikan jenazah dari kalangan keluarga Bani Hasyim: Abbas bin Abdul Muthalib, Ali bin Abi Thalib, Al-Fadhl dan Qutsam (keduanya putra Abbas), Usamah bin Zaid, serta Shalih (mantan budak Rasulullah). Bergabung pula setelah meminta izin Aus bin Khauli al-Anshari . Jenazah Rasulullah ﷺ disandarkan ke dada Ali, dan pakaian beliau masih melekat (kemeja). Ali sendiri yang memandikannya, dibantu oleh Abbas dan kedua putranya. Usamah dan Shalih bertugas menuangkan air. Yang menakjubkan, Ali tidak melihat pada jenazah Nabi apa yang biasa terlihat pada jena...