Menelusuri jejak emas Sejarah Peradaban Islam. Kisah inspiratif Nabi dan Rasul, Sirah Nabawiyah, Kepemimpinan Khulafaur Rasyidin, hingga kejayaan Daulah Islamiyah.
Daftar Isi
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
Klik tombol panah untuk melihat daftar isi selengkapnya.
Kekhawatiran Kaum Anshar: Apakah Rasulullah Akan Tinggal di Mekah? Ketika kaum Anshar melihat kegembiraan Rasulullah ﷺ atas kemenangan Fathu Makkah, penghormatan beliau kepada Ka'bah dan Masjidil Haram, serta beliau pergi ke bukit Shafa untuk berdoa dan bersyukur kepada Allah atas nikmat-Nya yang agung, timbullah kekhawatiran di hati mereka. Mereka cemas bahwa Rasulullah ﷺ akan menetap di kampung halamannya (Mekah) dan tidak kembali ke Madinah, sehingga mereka kehilangan kebersamaan dengan beliau. Sebagian mereka berbisik-bisik: “Laki-laki itu (Muhammad) kini telah mendapatkan keinginannya untuk kembali ke kampung halamannya dan sayang kepada kerabatnya. Apakah kalian melihat Rasulullah ﷺ setelah Allah memenangkan tanah dan negerinya, ia akan menetap di sana?” Allah langsung memberitahukan kepada Rasulullah ﷺ apa yang mereka bisikkan. Beliau segera pergi menemui mereka dan menyebutkan apa yang mereka katakan. Mereka pun mengakui. Rasulullah ﷺ menenangkan hati mereka d...
Kekhawatiran Hawazin dan Persiapan Perang Ketika Allah membukakan kemenangan atas Mekah kepada Rasulullah ﷺ dan kaum mukminin, dan Quraisy pun tunduk, maka ketakutanlah suku Hawazin dan Tsaqif. Mereka berkata, “Sekarang Muhammad telah selesai memerangi kita, maka seranglah dia sebelum dia menyerang kita.” Mereka sepakat untuk memerangi Rasulullah. Mereka mengangkat Malik bin ‘Auf an-Nashri sebagai pemimpin. Bergabunglah pasukan dari Hawazin, Tsaqif, Nashr, Jusyam, Sa’d bin Bakr (kaum dari ibu susuan Rasulullah, Halimah as-Sa’diyah), dan beberapa orang dari Bani Hilal. Namun, dari Hawazin sendiri, suku Ka’ab dan Kilab tidak ikut. Turut serta dalam pasukan itu Duraid bin ash-Shimmah , seorang panglima tua yang dikenal sangat pemberani dan pandai dalam peperangan. Namun usianya sudah lanjut sehingga hanya bisa memberi nasihat. Malik bin ‘Auf berpendapat agar mereka membawa serta wanita, anak-anak, dan harta benda ke medan perang. Tujuannya agar para prajurit tida...
Khutbah Fajar di Tanah Suci Di pagi hari setelah Fathu Makkah, sampailah kabar kepada Rasulullah ﷺ bahwa suku Khuza'ah (sekutu kaum Muslimin) telah menyerang seorang laki-laki dari suku Hudzail dan membunuhnya. Laki-laki itu masih musyrik, terbunuh karena dendam lama dari masa jahiliah. Rasulullah ﷺ pun marah. Beliau berdiri di tengah manusia dan berkhutbah: “ يَا أَيُّهَا النَّاسُ، إِنَّ اللَّهَ قَدْ حَرَّمَ مَكَّةَ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ، فَهِيَ حَرَامٌ بِحُرْمَةِ اللَّهِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ، فَلَا يَحِلُّ لِامْرِئٍ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ أَنْ يَسْفِكَ فِيهَا دَمًا، وَلَا يَعْضِدَ فِيهَا شَجَرًا، لَمْ تَحِلَّ لِأَحَدٍ كَانَ قَبْلِي، وَلَا تَحِلُّ لِأَحَدٍ يَكُونُ بَعْدِي، وَلَمْ تَحِلَّ لِي إِلَّا هَذِهِ السَّاعَةَ غَضَبًا عَلَى أَهْلِهَا، ثُمَّ قَدْ رَجَعَتْ كَحُرْمَتِهَا بِالْأَمْسِ، فَلْيُبَلِّغِ الشَّاهِدُ مِنْكُمُ الْغَائِبَ، فَمَنْ قَالَ لَكُمْ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ قَاتَلَ فِيهَا،...