Menelusuri jejak emas Sejarah Peradaban Islam. Kisah inspiratif Nabi dan Rasul, Sirah Nabawiyah, Kepemimpinan Khulafaur Rasyidin, hingga kejayaan Daulah Islamiyah.
Daftar Isi
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
Klik tombol panah untuk melihat daftar isi selengkapnya.
Pembuka: Alexander yang Terpesona oleh Kekayaan Arab Pada abad ke-4 SM, seorang panglima muda dari Makedonia bernama Alexander Agung (356–323 SM) berhasil menaklukkan wilayah yang membentang dari Yunani hingga India. Setelah menguasai Mesir dan Mesopotamia (Irak), pandangannya tertuju ke selatan: Jazirah Arab . Mengapa ia begitu tertarik? Sejarawan Arrianus (Flavius Arrianus) mencatat beberapa alasan. Ada yang mengatakan Alexander sakit hati karena sebagian besar suku Arab tidak mengirim utusan untuk menyambutnya. Namun Arrianus sendiri meyakini bahwa ambisi sejati Alexander adalah menguasai wilayah baru dan menjadikan Lautan Hindia sebagai "laut Yunani" dengan menguasai pelabuhan-pelabuhan Arab. Alexander juga mendengar tentang kekayaan Arab — kemenyan, mur, rempah-rempah, dan batu mulia. Ia juga mendengar pantai-pantai Arab yang luas, pulau-pulau yang melimpah, dan pelabuhan yang potensial. Kabar-kabar itu membangkitkan hasra...
Bab Kedua: Pengangkatannya sebagai Khalifah Kisah Syura dan Kesepakatan untuk Membaiat Utsman Umar radhiyallahu 'anhu telah menjadikan urusan kekhalifahan setelahnya sebagai urusan syura (musyawarah) di antara enam orang. Mereka adalah: Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Thalhah bin Ubaidillah, Az-Zubair bin Al-Awwam, Sa'ad bin Abi Waqqash, dan Abdul Rahman bin Auf radhiyallahu 'anhum. Beliau merasa keberatan untuk menetapkan kekhalifahan kepada salah satu dari mereka secara langsung. Beliau berkata: "Aku tidak mau menanggung urusan kalian, baik dalam keadaan hidup maupun mati. Jika Allah menghendaki kebaikan bagi kalian, maka Dia akan menyatukan kalian di bawah kepemimpinan orang terbaik di antara mereka, sebagaimana Dia telah menyatukan kalian di bawah kepemimpinan orang terbaik di antara kalian setelah Nabi kalian." Di antara kesempurnaan sikap wara' (kehati-hatian) beliau, beliau tidak memasukkan Said bin Zaid bin Amr bin Nufail ke dalam anggot...
Di tengah dinamika Madinah yang terus berkembang, ada satu suku Yahudi yang memiliki kedudukan istimewa: Bani Nadhir . Mereka adalah sekutu yang pernah mengikat perjanjian damai dengan Rasulullah ﷺ . Namun di balik senyuman manis dan janji-janji mereka, tersimpan niat busuk yang nyaris mengakhiri perjalanan dakwah Islam di masa awalnya. Niat Licik di Balik Tawaran Bantuan Peristiwa bermula dari sebuah kesalahan yang tidak disengaja. Amr bin Umayyah adh-Dhamri , salah seorang sahabat yang selamat dari peristiwa tragis di Bi’r Ma’unah, dalam perjalanan pulang ke Madinah bertemu dengan dua orang laki-laki dari Bani Amir. Karena masih membara dendam atas peristiwa pembantaian terhadap para sahabatnya, ia pun membunuh kedua orang itu. Ia tidak mengetahui bahwa kedua orang tersebut memiliki perjanjian keamanan dengan Rasulullah ﷺ . Ketika kabar itu sampai kepada Rasulullah ﷺ , beliau bersabda: “ لَقَدْ قَتَلْتَ رَجُلَيْنِ لَأَدِيَنَّهُمَا ” Artinya: “Sungguh engkau t...