Keajaiban Flora India: Buah-Buahan dan Tanaman yang Mempesona
Pohon Anba: Raksasa di Antara Pepohonan
Memasuki negeri India, aku disambut oleh pemandangan yang
sama sekali baru. Pepohonan tumbuh subur di mana-mana, namun bukan pohon yang
biasa kulihat di negeri Syam, Maghribi, atau Irak. Semuanya asing, semuanya
mengundang rasa ingin tahu.
Salah satu pohon yang paling menarik perhatianku adalah
pohon Anba (dibaca: An-ba, dengan 'ain difathah, nun disukun,
dan ba' difathah). Pohon ini menyerupai pohon jeruk manis (naranj), namun jauh
lebih besar dan lebih rimbun daunnya. Di bawah naungannya, udara terasa sejuk,
namun anehnya, siapa pun yang tidur di bawah pohon ini akan jatuh sakit. Maka
penduduk setempat pun menghindari tidur di bawah pohon Anba.
Buahnya sebesar buah tin besar. Ketika masih hijau dan belum
matang sempurna, penduduk memungut buah yang jatuh lalu memberi garam padanya.
Mereka mengasinkannya sebagaimana kami mengasinkan limau dan lemon di negeri
kami. Begitu pula mereka mengasinkan jahe hijau dan tandan-tandan lada. Semua
acar ini dimakan bersama nasi: setiap kali menyuap nasi, mereka mengambil
sedikit acar sebagai penyedap.
Memasuki musim gugur, buah Anba berubah warna menjadi
kuning. Saat itulah mereka memakannya seperti apel. Ada yang mengirisnya dengan
pisau, ada pula yang menyedotnya hingga kering. Rasanya manis dengan sedikit
rasa asam yang menyegarkan. Di dalamnya terdapat biji besar yang mereka tanam
kembali, persis seperti menanam biji jeruk. Dari biji itulah tumbuh pohon-pohon
baru.
Syaki dan Barki: Buah Ajaib dari Akar Pohon
Di antara keajaiban alam India, aku menemukan dua jenis buah
yang sungguh aneh: Syaki (dibaca: Sya-ki, dengan syin difathah
dan ka' dikasrah) dan Barki (dibaca: Bar-ki, dengan ba'
difathah dan ka' dikasrah). Keduanya tumbuh dari pohon yang sama. Daunnya mirip
daun kenari. Namun yang menarik, buahnya tumbuh dari pangkal pohon, bukan dari
ranting.
Buah yang menyentuh tanah disebut Barki. Rasanya
lebih manis dan lebih lezat. Buah yang tumbuh di atas tanah disebut Syaki.
Bentuk buahnya seperti labu besar, kulitnya tebal menyerupai kulit sapi. Ketika
menguning di musim gugur, mereka memotong dan membelahnya. Di dalam setiap buah
terdapat seratus hingga dua ratus biji-biji yang tersusun rapi.
Biji-biji itu bentuknya seperti mentimun kecil. Di antara
setiap biji terdapat selaput berwarna kuning. Setiap biji memiliki tempurung
sebesar kacang arab besar. Jika biji ini dipanggang atau direbus, rasanya
persis seperti kacang arab — makanan yang tidak ada di negeri ini. Penduduk
setempat menyimpan biji-biji ini dalam tanah merah, dan bisa bertahan hingga
setahun penuh.
Syaki dan Barki inilah buah terlezat di seluruh India.
Tando: Buah dari Pohon Eboni
Pohon Tando (dibaca: Tan-do, dengan ta'
difathah, nun disukun, dan dal didhammah) adalah pohon eboni (kayu hitam).
Buahnya sebesar buah aprikot, berwarna kuning kemerahan, dan rasanya manis
sekali. Jika sudah matang, buah ini menjadi makanan favorit penduduk.
Jauz: Zaitunnya India
Pohon Jauz (dibaca: Jauz, dengan jim
didhammah) tumbuh liar di mana-mana. Buahnya mirip zaitun, berwarna hitam,
dengan biji tunggal seperti zaitun. Namun rasanya berbeda. Aku belum pernah
menemukan buah seperti ini di negeri lain.
Naranj Manis: Buah yang Melimpah
Jeruk manis (naranj) tumbuh subur di India. Hampir di setiap
kebun kita bisa menemukannya. Sebaliknya, jeruk asam justru sulit dicari. Yang
menarik, ada jenis ketiga yang berada di antara manis dan asam. Buahnya sebesar
limau, dan rasanya sangat lezat. Aku sendiri sangat gemar memakannya.
Mahwa: Anggur Pengganti Ara
Pohon Mahwa (dibaca: Mah-wa, dengan mim dan
wawu difathah) tumbuh liar di hutan-hutan. Daunnya mirip daun kenari, namun
kemerah-merahan dan kekuning-kuningan. Buahnya sebesar tin kecil, dengan rasa
manis yang kuat. Di ujung setiap buah terdapat biji kecil sebesar buah anggur,
berlubang di tengah, dan rasanya persis seperti anggur.
Namun ada pantangan: jika terlalu banyak memakan buah ini,
kepala akan terasa pusing. Yang mengherankan, jika biji-biji kecil itu dijemur
di bawah matahari hingga kering, rasanya berubah menjadi seperti buah tin.
Karena di India tidak ada pohon ara, aku sering memakan biji Mahwa kering
sebagai pengganti ara. Penduduk setempat menyebut biji ini al-ankur (dibaca:
An-kur, dengan hamzah difathah, nun disukun, kaf didhammah, wawu dan ra').
Artinya dalam bahasa mereka adalah "anggur".
Ngomong-ngomong soal anggur, di India buah ini sangat
langka. Hanya tumbuh di beberapa tempat seperti sekitar ibu kota Delhi dan
beberapa daerah lain. Menariknya, anggur di sini berbuah dua kali dalam
setahun. Biji buah ini diperas untuk diambil minyaknya, dan minyak itu
digunakan untuk menyalakan lampu-lampu.
Kasira: Manis di Bawah Tanah
Ada pula buah yang mereka sebut Kasira (dibaca:
Ka-si-ra, dengan kaf difathah, sin dikasrah, ya' mad, dan ra'). Buah ini tumbuh
di dalam tanah, sehingga harus digali untuk mendapatkannya. Rasanya manis
sekali, menyerupai kastanye. Aku belum pernah melihat buah seperti ini di
negeri lain.
Delima: Buah Kenangan
Dari buah-buahan negeri kami, hanya delima yang tumbuh di
India. Menakjubkannya, pohon delima di sini berbuah dua kali dalam setahun.
Bahkan di Kepulauan Dhibat al-Mahal (Maldives), pohon delima berbuah sepanjang
tahun tanpa henti. Penduduk setempat menyebutnya anar (dibaca:
A-nar, dengan hamzah dan nun difathah). Aku menduga inilah asal kata jilnar:
dalam bahasa Persia, jul berarti bunga, dan nar berarti
delima. Jadi jilnar artinya bunga delima.
Sistem Pertanian yang Mengagumkan
Orang-orang India menanam dua kali dalam setahun. Ketika
hujan turun di musim panas, mereka menanam tanaman musim gugur dan memanennya
setelah enam puluh hari. Inilah tanaman-tanaman musim gugur yang utama:
Al-Kudzru (dibaca: Kudz-ru, dengan kaf
didhammah, dzal disukun, ra' didhammah, dan wawu) adalah sejenis jewawut
(millet). Inilah tanaman paling utama dan paling banyak di India.
Al-Qal (dengan qaf) menyerupai sejenis gandum.
Asy-Syamakh (dengan syin dan kha' yang sama-sama
di-'jam-kan) bijinya lebih kecil dari al-qal. Yang menakjubkan, tanaman ini
kadang tumbuh tanpa ditanam. Ia menjadi makanan utama para ahli ibadah,
orang-orang yang wara', fakir miskin, dan kaum dhuafa.
Mereka keluar mengumpulkan tanaman liar ini. Caranya:
masing-masing memegang keranjang besar di tangan kiri, dan di tangan kanan
sebatang tongkat pemukul. Mereka memukul tanaman itu hingga bijinya jatuh ke
dalam keranjang. Dari sinilah mereka mendapatkan makanan untuk setahun penuh.
Biji asy-syamakh sangat kecil. Setelah dikumpulkan, mereka menjemurnya di bawah
matahari, lalu menumbuknya dalam lumpang kayu. Kulitnya terbang tertiup angin,
tersisalah isi putihnya. Dari isi inilah mereka membuat bubur yang dimasak
dengan susu kerbau. Rasanya jauh lebih lezat daripada roti. Aku sendiri sering
memakannya selama di India, dan aku sangat menyukainya.
Al-Masy adalah sejenik kacang-kacangan (julban).
Al-Munj (dengan mim didhammah, nun, dan jim)
mirip dengan al-masy, namun bijinya lebih panjang dan berwarna hijau cerah.
Mereka memasak al-munj bersama nasi dan minyak samin, lalu menamainya Kusyri (dibaca:
Kusy-ri, dengan kaf, syin mu'jam, dan ra'). Hidangan ini mereka makan setiap
kali berbuka puasa. Di India, kedudukannya seperti al-harirah (bubur)
di negeri Maghribi.
Al-Lubiya adalah sejenis kacang (fawl).
Al-Muts (dengan mim didhammah) mirip dengan
al-kudzru namun bijinya lebih kecil. Ini adalah makanan ternak mereka.
Kuda-kuda menjadi gemuk karenanya.
Adapun gandum (sya'ir) di sini kurang kuat khasiatnya. Maka
mereka memberi makan ternak dengan al-muts atau kacang arab yang digiling,
dibasahi air, lalu diberikan kepada hewan. Mereka juga memberi makan ternak
dengan daun al-masy sebagai pengganti rumput segar. Namun sebelumnya, hewan itu
harus diberi minyak samin selama sepuluh hari, setiap hari sebanyak tiga sampai
empat liter, dan tidak boleh ditunggangi selama masa itu. Setelah itu, mereka
memberi makan daun al-masy selama sebulan atau lebih.
Tanaman-tanaman yang telah kusebutkan adalah tanaman musim
gugur. Setelah dipanen enam puluh hari kemudian, mereka menanam tanaman musim
semi: gandum, barley, kacang arab, dan lentil. Penanaman dilakukan di tanah
bekas tanaman musim gugur. Tanah India sangat subur dan bagus.
Padi: Tanaman Tiga Musim
Padi adalah tanaman terpenting di India. Luar biasanya,
mereka menanam padi tiga kali dalam setahun. Sungguh negeri yang diberkahi!
Bersamaan dengan tanaman musim gugur, mereka juga menanam
wijen dan tebu. Semua tumbuh subur di tanah yang sama, dalam musim yang sama.
Maha Suci Allah yang menciptakan bumi dengan segala kekayaannya.
Sumber:
Rihlah Ibnu Bathuthah

Komentar
Posting Komentar