Mukjizat Terbelahnya Bulan
Ayat al-Qur’an tentang Terbelahnya Bulan Peristiwa terbelahnya bulan adalah salah satu mukjizat besar yang Allah tampakkan pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Peristiwa ini bukan sekadar cerita, tetapi ditegaskan langsung di dalam al-Qur’an: اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ وَإِن يَرَوْا آيَةً يُعْرِضُوا وَيَقُولُوا سِحْرٌ مُّسْتَمِرٌّ وَكَذَّبُوا وَاتَّبَعُوا أَهْوَاءَهُمْ ۚ وَكُلُّ أَمْرٍ مُّسْتَقِرٌّ (QS. القمر [54]: 1–3) “Telah dekat (datangnya) Kiamat dan telah terbelah bulan. Dan jika mereka melihat suatu tanda, mereka berpaling dan berkata: ‘(Ini adalah) sihir yang terus-menerus.’ Mereka mendustakan (Nabi) dan mengikuti hawa nafsu mereka, padahal setiap urusan telah ada ketetapannya.” Para ulama menjelaskan bahwa ayat ini turun berkenaan dengan sebuah peristiwa nyata yang terjadi di Mekah, sebelum hijrah. Pada saat itu orang-orang Quraisy menyaksikan bulan terbelah menjadi dua, namun tetap saja mereka memilih untuk mendustakan.