Di Pasar Buku Kerajaan Romawi Setelah aku berpisah dari raja pertapa yang telah kuceritakan sebelumnya, aku berjalan menyusuri kota dan memasuki pasar bukunya. Di sana berjajar para penjual kitab, para penyalin, dan pelajar. Suasana pasar itu tenang namun hidup, penuh dengan lembaran-lembaran ilmu. Di tengah keramaian itu, Hakim kota melihatku. Ia duduk di sebuah kubah yang tinggi, tempat ia mengurus berbagai urusan. Ia tidak memanggilku langsung, melainkan mengutus salah seorang pembantunya untuk menanyai siapa diriku. Pembantu itu mendatangi orang Romawi yang menyertaiku dan bertanya tentangku. Kawanku itu menjawab bahwa aku adalah seorang penuntut ilmu Muslim yang datang dari negeri-negeri jauh. Ketika kabar itu sampai kepada sang hakim, ia mengutus salah seorang pembantunya yang lain, yang mereka panggil hakim Najasyi Kafali, kepadaku. Najasyi Kafali mendatangiku dan berkata lembut, “Hakim memanggilmu.” Aku pun mengikutinya. Kami naik ke kubah yang telah kusebutkan. Di sana...
Komentar
Posting Komentar