Rihlah Ibnu Bathutah #17: Menelusuri Mekah
1. Memasuki Kota Suci dan Pintu-Pintu Masjidil Haram Bayangkan kita tiba di Mekah berabad-abad yang lalu, menemani seorang musafir besar bernama Ibnu Battutah. Dari kejauhan, tampak Masjidil Haram yang mulia, pusat kota dan pusat hati kaum muslimin. Dindingnya dikelilingi banyak pintu, yang masing-masing menjadi gerbang menuju rumah Allah yang agung. Ibnu Battutah menuturkan bahwa pada masanya, Masjidil Haram memiliki sembilan belas pintu utama. Sebagian besar pintu ini bukan hanya satu daun pintu, melainkan rangkaian beberapa daun pintu yang berdampingan, sehingga tampak lebar dan mampu menampung banyak jamaah yang keluar-masuk setiap saat. Di antara semua pintu itu, Bab Shafa menempati posisi istimewa. Pintu ini mempunyai lima daun pintu dan pada masa dahulu dikenal dengan nama Bab Bani Makhzum. Inilah pintu terbesar Masjidil Haram, dan dari sinilah para jamaah keluar menuju tempat sa‘i, lintasan antara bukit Shafa dan Marwah. Ibnu Battutah menceritakan satu tradisi yang hidup ...