Rihlah Ibnu Bathutah #52 Kota Bulgar dan Negeri Kegelapan: Kisah Siang-Malam Singkat hingga Jamuan Sultan
Perjalananku ke Kota Bulgar Aku pernah mendengar kisah tentang sebuah kota bernama Bulgar. Orang-orang bercerita bahwa di sana panjang malam dan siang terasa “tidak biasa”: pada satu musim malamnya begitu singkat, dan pada musim kebalikannya siang pun ikut menjadi sangat singkat. Cerita itu membuatku gelisah oleh rasa ingin tahu. Aku ingin melihatnya dengan mata kepalaku sendiri. Dari perkemahan sultan, jarak menuju Bulgar kira-kira sepuluh hari perjalanan. Aku memohon kepada sultan agar mengizinkanku pergi dan menyediakan pengantar. Ia pun mengutus seorang amir untuk menemaniku sampai tujuan. Aku tiba di Bulgar pada bulan Ramadan. Begitu kami menunaikan salat Magrib, kami berbuka. Namun azan Isya terdengar ketika kami masih makan. Kami pun bergegas salat Isya, lalu menyambungnya dengan Tarawih, kemudian Syaf‘ dan Witir. Belum lama selesai semuanya, fajar sudah muncul. Seakan-akan malam baru saja dimulai, tetapi sudah berakhir. Begitu pula pada musim yang berlawanan, siang di kot...
Komentar
Posting Komentar