Rihlah Ibnu Bathutah #49 di Kaffa & Krimea: Kisah Muslim di Negeri Nasrani
Perjumpaan di Negeri Asing: Catatan dari Kaffa dan Al-Qiram Keesokan hari setelah kapal kami berlabuh, beberapa saudagar dari rombongan kami pergi menemui suku Qifjaq yang tinggal di gurun. Mereka adalah penganut Nasrani. Kami menyewa sebuah kereta kuda dari mereka, lalu melintasi padang menuju kota Kaffa. Kota itu besar, memanjang di tepian laut. Penduduknya kebanyakan Nasrani dari Genoa, dipimpin oleh seorang bernama Al-Dandir. Kami turun dan bermalam di sebuah masjid milik kaum Muslimin. Lonceng dan Azan Belum lama kami beristirahat, tiba-tiba terdengar bunyi lonceng bergema dari segala penjuru. Aku belum pernah mendengarnya seumur hidup! Hatiku menjadi gelisah. Segera kusuruh para sahabatku naik ke menara masjid, membaca Al-Qur'an, berdzikir, dan mengumandangkan azan. Mereka pun melakukannya. Tidak lama kemudian, seorang lelaki berbaju zirah dan bersenjata lengkap masuk. Ia mengucapkan salam. “Siapa engkau?” tanyaku. “Aku adalah hakim Muslim di kota ini,” jawabnya. “Tadi kudeng...
Komentar
Posting Komentar