Pelajaran Berharga di Balik Kekalahan Uhud
Perang Uhud tidak hanya meninggalkan luka dan duka, tetapi juga hikmah mendalam yang menjadi guru bagi kaum Muslimin untuk selamanya. Kekalahan yang pahit itu mengajarkan mereka bahwa kemenangan sejati bukan sekadar menguasai medan perang atau mengumpulkan harta rampasan, melainkan ketaatan mutlak kepada Rasulullah ﷺ dan keikhlasan dalam berjuang di jalan Allah.
Sebab Utama Kekalahan
Ada dua faktor utama yang menyebabkan kekalahan kaum
Muslimin pada Perang Uhud, setelah sebelumnya mereka berada di ambang
kemenangan.
Pertama, pelanggaran yang dilakukan oleh sebagian
besar pasukan pemanah terhadap perintah Rasulullah ﷺ. Beliau telah berpesan dengan tegas agar
mereka tetap bertahan di posisi di Bukit Uhud, baik dalam keadaan menang maupun
kalah. Namun ketika mereka melihat pasukan Quraisy tercerai-berai dan harta
rampasan bertebaran, mereka tergoda untuk turun meninggalkan posisi strategis
itu.
Kedua, sebagian pasukan lebih mengutamakan harta
rampasan daripada melanjutkan pertempuran dan menghabisi musuh. Mereka sibuk
mengumpulkan ganimah dan melupakan tugas utama mereka untuk memastikan
kekalahan total pasukan musyrikin.
Allah SWT mengabadikan peristiwa ini dalam firman-Nya:
وَلَقَدْ
صَدَقَكُمُ اللَّهُ وَعْدَهُ إِذْ تَحُسُّونَهُمْ بِإِذْنِهِ حَتَّىٰ إِذَا
فَشِلْتُمْ وَتَنَازَعْتُمْ فِي الْأَمْرِ وَعَصَيْتُمْ مِنْ بَعْدِ مَا أَرَاكُمْ
مَا تُحِبُّونَ ۚ مِنْكُمْ مَنْ يُرِيدُ الدُّنْيَا وَمِنْكُمْ مَنْ يُرِيدُ
الْآخِرَةَ ۚ ثُمَّ صَرَفَكُمْ عَنْهُمْ لِيَبْتَلِيَكُمْ ۖ وَلَقَدْ عَفَا
عَنْكُمْ ۗ وَاللَّهُ ذُو فَضْلٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ
"Dan sungguh, Allah telah memenuhi janji-Nya
kepadamu, ketika kamu membunuh mereka dengan izin-Nya sampai pada saat kamu
lemah dan berselisih dalam urusan itu serta mendurhakai (perintah Rasul)
setelah diperlihatkan-Nya kepadamu apa yang kamu sukai (kemenangan). Di antara
kamu ada orang yang menghendaki dunia dan di antara kamu ada orang yang
menghendaki akhirat. Kemudian Allah memalingkan kamu dari mereka untuk
mengujimu. Dan sungguh, Allah telah memaafkan kamu. Allah memiliki karunia yang
melimpah kepada orang-orang mukmin."
(QS. Ali 'Imran: 152)
Penjelasan makna ayat:
- تَحُسُّونَهُمْ :
kamu membunuh mereka
- مَا
تُحِبُّونَ :
kemenangan yang kamu sukai
- لِيَبْتَلِيَكُمْ :
untuk menguji kamu, agar tampak siapa yang benar-benar beriman dan siapa
yang tidak
Hikmah dan Pelajaran Berharga
Perang Uhud menjadi pelajaran pahit namun sangat berharga
bagi kaum Muslimin. Mereka belajar bahwa ketaatan mutlak kepada Rasulullah ﷺ
adalah kunci kemenangan. Pelanggaran sekecil apa pun terhadap perintah beliau
dapat berakibat fatal, mengubah kemenangan menjadi kekalahan.
Mereka juga belajar bahwa harta rampasan perang hanyalah
kesenangan duniawi yang fana. Seorang mujahid sejati tidak boleh menjadikan
ganimah sebagai tujuan utama perjuangannya. Yang abadi dan lebih baik adalah
pahala akhirat yang dijanjikan Allah bagi mereka yang berjuang dengan ikhlas.
Peristiwa ini menjadi ujian yang memisahkan antara mukmin
yang tulus dengan mereka yang lemah iman atau munafik. Allah ingin menguji
kualitas keimanan hamba-hamba-Nya, agar tampak siapa yang benar-benar berjuang
karena-Nya.
Satu lagi pelajaran penting: para rasul dan pengikut mereka
bisa saja mengalami kekalahan dalam beberapa pertempuran karena kesalahan atau
faktor lainnya. Namun pada akhirnya, kemenangan pasti akan berpihak kepada
mereka. Itulah sunnatullah yang tidak akan berubah.
Allah berfirman:
كَتَبَ
اللَّهُ لَأَغْلِبَنَّ أَنَا وَرُسُلِي ۚ إِنَّ اللَّهَ قَوِيٌّ عَزِيزٌ
"Allah telah menetapkan: 'Aku dan rasul-rasul-Ku
pasti menang.' Sungguh, Allah Mahakuat, Mahaperkasa."
(QS. Al-Mujadalah: 21)
Dan dalam ayat lain, Allah menegaskan:
إِنْ
يَمْسَسْكُمْ قَرْحٌ فَقَدْ مَسَّ الْقَوْمَ قَرْحٌ مِثْلُهُ ۚ وَتِلْكَ
الْأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا
وَيَتَّخِذَ مِنْكُمْ شُهَدَاءَ ۗ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ.
وَلِيُمَحِّصَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَيَمْحَقَ الْكَافِرِينَ
"Jika kamu (pada Perang Uhud) mendapat luka, maka
mereka (pasukan musyrikin) pun pada Perang Badar mendapat luka yang serupa. Dan
masa (kejayaan dan kekalahan) itu Kami pergilirkan di antara manusia (agar
mereka mendapat pelajaran). Dan agar Allah membedakan orang-orang yang beriman
(dengan orang-orang kafir) dan agar sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai)
syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang zalim. Dan agar Allah
membersihkan orang-orang yang beriman (dari dosa mereka) dan membinasakan
orang-orang kafir."
(QS. Ali 'Imran: 140-141)
Penjelasan makna ayat:
- قَرْحٌ :
luka-luka (yang diderita di Uhud)
- نُدَاوِلُهَا :
Kami pergilirkan, hari kemenangan untukmu dan hari kekalahan untukmu
- وَلِيَعْلَمَ
اللَّهُ :
agar tampak bagi hamba-Nya siapa yang benar-benar beriman
- وَلِيُمَحِّصَ :
agar membersihkan (dosa-dosa) orang-orang beriman melalui ujian
Ayat-Ayat Al-Quran tentang Perang Uhud
Allah SWT menurunkan sekitar empat puluh ayat dalam Surat
Ali 'Imran yang berkaitan dengan Perang Uhud dan pelajarannya. Berikut adalah
beberapa ayat penting beserta penjelasannya:
1. Hukum Sejarah dan Jaminan Kemenangan bagi Mukmin
قَدْ
خَلَتْ مِنْ قَبْلِكُمْ سُنَنٌ فَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ
عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ. هَٰذَا بَيَانٌ لِلنَّاسِ وَهُدًى وَمَوْعِظَةٌ
لِلْمُتَّقِينَ. وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ
كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
"Sungguh, telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah
(Allah). Karena itu, berjalanlah kamu ke bumi dan perhatikanlah bagaimana
kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul). Inilah penjelasan bagi
manusia, petunjuk dan pengajaran bagi orang-orang yang bertakwa. Janganlah kamu
lemah dan janganlah kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling
tinggi (derajatnya) jika kamu orang-orang yang beriman."
(QS. Ali 'Imran: 137-139)
Penjelasan:
- وَلَا
تَهِنُوا :
jangan lemah untuk berjihad karena musibah yang menimpamu
- وَلَا
تَحْزَنُوا :
jangan bersedih atas apa yang menimpamu berupa korban jiwa dan luka
- وَأَنْتُمُ
الْأَعْلَوْنَ :
kamulah yang lebih tinggi derajatnya, karena kalian berjuang di jalan
Allah dan syuhada kalian di surga
2. Jalan Menuju Surga: Antara Cita dan Kenyataan
أَمْ
حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَعْلَمِ اللَّهُ الَّذِينَ
جَاهَدُوا مِنْكُمْ وَيَعْلَمَ الصَّابِرِينَ. وَلَقَدْ كُنْتُمْ تَمَنَّوْنَ
الْمَوْتَ مِنْ قَبْلِ أَنْ تَلْقَوْهُ فَقَدْ رَأَيْتُمُوهُ وَأَنْتُمْ
تَنْظُرُونَ
"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga,
padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antara kamu dan
belum nyata orang-orang yang sabar? Padahal sungguh kamu telah menginginkan
mati (syahid) sebelum kamu menghadapinya. Maka sungguh kamu telah melihatnya
dan kamu menyaksikannya."
(QS. Ali 'Imran: 142-143)
Penjelasan:
- يَعْلَمِ
اللَّهُ :
ilmu Allah yang berkaitan dengan kenyataan dan pembuktian di dunia
- تَمَنَّوْنَ
الْمَوْتَ :
dulu kalian bercita-cita meraih syahid seperti para syuhada Badar
- فَقَدْ
رَأَيْتُمُوهُ :
kini kalian menyaksikan sendiri medan syahid itu di Uhud
3. Muhammad hanyalah Seorang Rasul
وَمَا
مُحَمَّدٌ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ ۚ أَفَإِنْ مَاتَ
أَوْ قُتِلَ انْقَلَبْتُمْ عَلَىٰ أَعْقَابِكُمْ ۚ وَمَنْ يَنْقَلِبْ عَلَىٰ
عَقِبَيْهِ فَلَنْ يَضُرَّ اللَّهَ شَيْئًا ۗ وَسَيَجْزِي اللَّهُ الشَّاكِرِينَ.
وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَنْ تَمُوتَ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ كِتَابًا مُؤَجَّلًا ۗ
وَمَنْ يُرِدْ ثَوَابَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَنْ يُرِدْ ثَوَابَ
الْآخِرَةِ نُؤْتِهِ مِنْهَا ۚ وَسَنَجْزِي الشَّاكِرِينَ
"Muhammad itu hanyalah seorang rasul. Sebelumnya pun
telah berlalu beberapa rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh, kamu berbalik
ke belakang (murtad)? Barangsiapa berbalik ke belakang, maka ia tidak akan
merugikan Allah sedikit pun. Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang
bersyukur. Dan setiap yang bernyawa tidak akan mati kecuali dengan izin Allah,
sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barangsiapa menghendaki
pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya, dan barangsiapa menghendaki
pahala akhirat, Kami berikan kepadanya. Dan Kami akan memberi balasan kepada
orang-orang yang bersyukur."
(QS. Ali 'Imran: 144-145)
Penjelasan:
- Ayat
ini turun ketika tersiar kabar bahwa Nabi Muhammad ﷺ gugur, yang
menyebabkan sebagian sahabat lemah semangat
- كِتَابًا
مُؤَجَّلًا :
ajal setiap makhluk telah ditentukan Allah, tidak bisa dimajukan atau
diundur
- ثَوَابَ
الدُّنْيَا :
pahala dunia seperti kemenangan dan harta rampasan
- ثَوَابَ
الْآخِرَةِ :
pahala akhirat berupa surga dan ridha Allah
4. Teladan dari Para Pengikut Nabi Terdahulu
وَكَأَيِّنْ
مِنْ نَبِيٍّ قَاتَلَ مَعَهُ رِبِّيُّونَ كَثِيرٌ فَمَا وَهَنُوا لِمَا
أَصَابَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَمَا ضَعُفُوا وَمَا اسْتَكَانُوا ۗ وَاللَّهُ
يُحِبُّ الصَّابِرِينَ. وَمَا كَانَ قَوْلَهُمْ إِلَّا أَنْ قَالُوا رَبَّنَا
اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا
وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ. فَآتَاهُمُ اللَّهُ ثَوَابَ
الدُّنْيَا وَحُسْنَ ثَوَابِ الْآخِرَةِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
"Dan betapa banyak nabi yang berperang didampingi
sejumlah besar dari pengikutnya yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah
karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, tidak patah semangat dan
tidak (pula) tunduk (kepada musuh). Allah mencintai orang-orang yang sabar.
Tidak ada doa mereka selain ucapan: 'Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami
dan tindakan-tindakan kami yang berlebihan dalam urusan kami. Teguhkanlah
pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir.' Maka Allah memberi
mereka pahala di dunia dan pahala yang baik di akhirat. Allah mencintai
orang-orang yang berbuat kebaikan."
(QS. Ali 'Imran: 146-148)
Penjelasan:
- رِبِّيُّونَ :
kelompok besar pengikut setia para nabi
- فَمَا
وَهَنُوا :
mereka tidak lemah karena musibah
- وَمَا
ضَعُفُوا :
tidak lemah semangat untuk mengejar musuh
- وَمَا
اسْتَكَانُوا :
tidak tunduk kepada musuh
- ثَوَابَ
الدُّنْيَا :
kemenangan di dunia
- حُسْنَ
ثَوَابِ الْآخِرَةِ : surga dan
kenikmatannya
5. Teguran atas Perilaku Lari dan Pelarian
إِذْ
تُصْعِدُونَ وَلَا تَلْوُونَ عَلَىٰ أَحَدٍ وَالرَّسُولُ يَدْعُوكُمْ فِي
أُخْرَاكُمْ فَأَثَابَكُمْ غَمًّا بِغَمٍّ لِكَيْلَا تَحْزَنُوا عَلَىٰ مَا
فَاتَكُمْ وَلَا مَا أَصَابَكُمْ ۗ وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
"(Ingatlah) ketika kamu lari dan tidak menoleh
kepada siapa pun, sedang Rasul yang berada di antara kawan-kawanmu yang lain
memanggil kamu. Karena itu Allah menimpakan kepadamu kesedihan atas kesedihan,
agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu dan terhadap
apa yang menimpamu. Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan."
(QS. Ali 'Imran: 153)
Penjelasan:
- تُصْعِدُونَ :
kalian berlari cepat di muka bumi (ketika melarikan diri)
- وَلَا
تَلْوُونَ عَلَىٰ أَحَدٍ : tidak menoleh
dan tidak peduli kepada siapa pun
- فِي
أُخْرَاكُمْ :
di belakang kalian, Rasul memanggil: "Kemarilah wahai hamba
Allah!"
- فَأَثَابَكُمْ
غَمًّا بِغَمٍّ :
Allah membalas kalian dengan kesedihan di atas kesedihan (karena kalian
menyusahkan Rasul)
6. Kemunafikan dan Prasangka Buruk
ثُمَّ
أَنْزَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ بَعْدِ الْغَمِّ أَمَنَةً نُعَاسًا يَغْشَىٰ طَائِفَةً
مِنْكُمْ ۖ وَطَائِفَةٌ قَدْ أَهَمَّتْهُمْ أَنْفُسُهُمْ يَظُنُّونَ بِاللَّهِ
غَيْرَ الْحَقِّ ظَنَّ الْجَاهِلِيَّةِ ۖ يَقُولُونَ هَلْ لَنَا مِنَ الْأَمْرِ
مِنْ شَيْءٍ ۗ قُلْ إِنَّ الْأَمْرَ كُلَّهُ لِلَّهِ ۗ يُخْفُونَ فِي أَنْفُسِهِمْ
مَا لَا يُبْدُونَ لَكَ ۖ يَقُولُونَ لَوْ كَانَ لَنَا مِنَ الْأَمْرِ شَيْءٌ مَا
قُتِلْنَا هَاهُنَا ۗ قُلْ لَوْ كُنْتُمْ فِي بُيُوتِكُمْ لَبَرَزَ الَّذِينَ
كُتِبَ عَلَيْهِمُ الْقَتْلُ إِلَىٰ مَضَاجِعِهِمْ ۖ وَلِيَبْتَلِيَ اللَّهُ مَا
فِي صُدُورِكُمْ وَلِيُمَحِّصَ مَا فِي قُلُوبِكُمْ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ
الصُّدُورِ
"Kemudian setelah kamu ditimpa kesedihan, Dia
menurunkan rasa aman kepadamu berupa kantuk yang meliputi segolongan dari kamu.
Sedangkan segolongan lain justru merasa cemas terhadap dirinya sendiri; mereka
berprasangka kepada Allah dengan prasangka yang tidak benar seperti prasangka
jahiliah. Mereka berkata, 'Apakah ada sesuatu yang bisa kita perbuat dalam
urusan ini?' Katakanlah, 'Sungguh, urusan itu seluruhnya di tangan Allah.'
Mereka menyembunyikan dalam hatinya apa yang tidak mereka perlihatkan kepadamu.
Mereka berkata, 'Seandainya ada sesuatu yang bisa kita perbuat dalam urusan
ini, niscaya kita tidak akan dibunuh di sini.' Katakanlah, 'Sekiranya kamu
berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditetapkan akan mati terbunuh
itu akan kelir ke tempat mereka terbunuh.' Dan Allah (berbuat demikian) untuk
menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam
hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati."
(QS. Ali 'Imran: 154)
Penjelasan:
- أَمَنَةً
نُعَاسًا :
rasa aman berupa kantuk (rahmat Allah setelah kesedihan)
- طَائِفَةٌ
قَدْ أَهَمَّتْهُمْ أَنْفُسُهُمْ : kelompok
munafik yang hanya mementingkan diri sendiri
- يَظُنُّونَ
بِاللَّهِ غَيْرَ الْحَقِّ : mereka
berprasangka buruk bahwa Allah tidak akan menolong Rasul-Nya
- لَوْ
كَانَ لَنَا مِنَ الْأَمْرِ شَيْءٌ : andai kita
punya wewenang, pasti kita tidak akan terbunuh di sini
- لَبَرَزَ
الَّذِينَ كُتِبَ عَلَيْهِمُ الْقَتْلُ : orang yang
telah ditetapkan mati akan tetap keluar ke tempat terbunuhnya
7. Larangan Menyerupai Orang Kafir dalam Berprasangka
يَا
أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ كَفَرُوا وَقَالُوا
لِإِخْوَانِهِمْ إِذَا ضَرَبُوا فِي الْأَرْضِ أَوْ كَانُوا غُزًّى لَوْ كَانُوا
عِنْدَنَا مَا مَاتُوا وَمَا قُتِلُوا لِيَجْعَلَ اللَّهُ ذَٰلِكَ حَسْرَةً فِي
قُلُوبِهِمْ ۗ وَاللَّهُ يُحْيِي وَيُمِيتُ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu
seperti orang-orang kafir yang mengatakan kepada saudara-saudara mereka apabila
mereka mengadakan perjalanan di bumi atau berperang, 'Sekiranya mereka tetap
bersama kita, tentulah mereka tidak mati dan tidak dibunuh.' (Dengan ucapan)
itu Allah menjadikan (hal itu sebagai) penyesalan di hati mereka. Allah
menghidupkan dan mematikan. Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan."
(QS. Ali 'Imran: 156)
Penjelasan:
- لِإِخْوَانِهِمْ :
kepada saudara-saudara mereka (dalam kekafiran atau nasab)
- ضَرَبُوا
فِي الْأَرْضِ :
bepergian di muka bumi (untuk berniaga dll.)
- غُزًّى :
orang-orang yang berperang
- لَوْ
كَانُوا عِنْدَنَا : seandainya
mereka bersama kita (tidak pergi berperang)
- لِيَجْعَلَ
اللَّهُ ذَٰلِكَ حَسْرَةً : Allah jadikan
ucapan itu penyesalan di hati mereka
8. Kemuliaan Mati Syahid
وَلَئِنْ
قُتِلْتُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَوْ مُتُّمْ لَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ
وَرَحْمَةٌ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ. وَلَئِنْ مُتُّمْ أَوْ قُتِلْتُمْ لَإِلَى
اللَّهِ تُحْشَرُونَ
"Dan sungguh, sekiranya kamu gugur di jalan Allah
atau mati, pastilah ampunan dari Allah dan rahmat itu lebih baik dari apa yang
mereka kumpulkan (harta dunia). Dan sungguh, jika kamu mati atau gugur,
pastilah kepada Allah kamu dikumpulkan."
(QS. Ali 'Imran: 157-158)
Penjelasan:
- Kematian
di jalan Allah—baik karena terbunuh atau wajar—mendatangkan ampunan dan
rahmat
- Itu
lebih baik daripada seluruh harta dunia yang dikumpulkan manusia
- Semua
akan kembali kepada Allah untuk menerima balasan
9. Kekalahan Akibat Kesalahan Sendiri
أَوَلَمَّا
أَصَابَتْكُمْ مُصِيبَةٌ قَدْ أَصَبْتُمْ مِثْلَيْهَا قُلْتُمْ أَنَّىٰ هَٰذَا ۖ
قُلْ هُوَ مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
"Dan mengapa ketika kamu ditimpa musibah (pada
Perang Uhud), padahal kamu telah menimpakan musibah dua kali lipat (kepada
musuh-musuhmu pada Perang Badar), kamu berkata, 'Dari mana datangnya
(kekalahan) ini?' Katakanlah, 'Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri.' Sungguh,
Allah Mahakuasa atas segala sesuatu."
(QS. Ali 'Imran: 165)
Penjelasan:
- مُصِيبَةٌ
قَدْ أَصَبْتُمْ مِثْلَيْهَا : musibah Uhud
(70 syuhada) sedangkan di Badar mereka menewaskan 70 musuh dan menawan 70
- قُلْ هُوَ
مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِكُمْ : akibat
pelanggaran kalian terhadap perintah Rasul
10. Kedudukan Mulia Para Syuhada
وَلَا
تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا ۚ بَلْ أَحْيَاءٌ
عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ. فَرِحِينَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ
وَيَسْتَبْشِرُونَ بِالَّذِينَ لَمْ يَلْحَقُوا بِهِمْ مِنْ خَلْفِهِمْ أَلَّا
خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ. يَسْتَبْشِرُونَ بِنِعْمَةٍ مِنَ
اللَّهِ وَفَضْلٍ وَأَنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُؤْمِنِينَ
"Dan jangan sekali-kali kamu mengira bahwa
orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati. Sebenarnya mereka hidup di sisi
Tuhannya mendapat rezeki. Mereka bergembira dengan karunia yang diberikan Allah
kepadanya. Dan mereka bersukacita terhadap orang-orang yang masih tinggal di
belakang mereka yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada rasa takut pada
mereka dan mereka tidak bersedih hati. Mereka bergembira dengan nikmat dan
karunia dari Allah. Dan sungguh, Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang
yang beriman."
(QS. Ali 'Imran: 169-171)
Penjelasan:
- أَحْيَاءٌ
عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ : mereka hidup di
sisi Allah dalam alam barzakh dengan kehidupan khusus yang tidak kita
ketahui hakikatnya
- فَرِحِينَ :
mereka bergembira dengan kemuliaan yang Allah berikan
- يَسْتَبْشِرُونَ
بِالَّذِينَ لَمْ يَلْحَقُوا بِهِمْ : mereka
bergembira dengan kabar bahwa saudara-saudara mereka yang masih hidup akan
menyusul meraih kemuliaan yang sama
- الْخَوْفُ :
rasa takut terhadap masa depan
- الْحَزَنُ :
kesedihan terhadap masa lalu
Rasulullah ﷺ
meriwayatkan dari Allah tentang kenikmatan yang disediakan bagi para syuhada:
«أَعْدَدْتُ
لِعِبَادِي الصَّالِحِينَ مَا لَا عَيْنٌ رَأَتْ، وَلَا أُذُنٌ سَمِعَتْ، وَلَا
خَطَرَ عَلَىٰ قَلْبِ بَشَرٍ، بَلْهَ مَا اطَّلَعْتُمْ عَلَيْهِ»
"Aku sediakan untuk hamba-hamba-Ku yang saleh
sesuatu yang belum pernah mata melihat, belum pernah telinga mendengar, dan
belum pernah terlintas di hati manusia. Belum lagi apa yang telah Aku
perlihatkan kepadamu (di dunia)."
Kemudian Rasulullah ﷺ membaca firman Allah:
فَلَا
تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا
يَعْمَلُونَ
"Seorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan
untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyenangkan hati sebagai
balasan terhadap apa yang mereka kerjakan."
(QS. As-Sajdah: 17)
Semoga Allah Yang Mahamulia menganugerahkan kepada kita
kenikmatan abadi itu, dengan kemurahan dan karunia-Nya. Amin.
Sumber Kisah:
As-Sirah An-Nabawiyah fi Dhau'il Quran was Sunnah

Komentar
Posting Komentar