Kisah Seorang Majusi dan Keluarga Nabi
Di kota Balkh, hiduplah seorang laki-laki dari keturunan mulia — seorang ‘Alawī, keturunan dari keluarga Nabi ﷺ. Ia hidup bersama istrinya yang juga seorang ‘Alawiyyah dan anak-anak perempuan mereka. Namun, masa-masa sulit menimpa keluarga ini. Harta mereka habis, dan akhirnya sang suami meninggal dunia, meninggalkan istrinya bersama anak-anak kecil yang kini terjerat dalam kemiskinan.
Pertemuan dengan Dua Orang
Di jalan, ia melihat dua kelompok besar orang.
Satu kelompok sedang berkumpul di sekitar seorang Muslim yang dikenal sebagai pemuka kota,
sedangkan kelompok lainnya berada di sekitar seorang Majusi (penyembah api), yang merupakan pengelola keuangan kota.
Kebaikan Seorang Majusi
Dengan hati sedih, ia melangkah menuju orang Majusi itu dan menceritakan semua yang terjadi — termasuk bagaimana ia telah ditolak oleh seorang Muslim.
Mendengar kisah itu, hati si Majusi luluh. Ia segera mengutus orang-orang rumahnya untuk menjemput wanita itu bersama anak-anaknya dari masjid.
Mimpi yang Mengguncang
Pada malam harinya, ketika semua telah terlelap, lelaki Muslim yang menolak wanita itu bermimpi.
Dalam mimpinya, hari kiamat telah tiba.
Ia melihat bendera besar di atas kepala Nabi Muhammad ﷺ, dan sebuah istana megah dari zamrud hijau yang bercahaya luar biasa. Ia pun bertanya,
“Wahai Rasulullah, untuk siapakah istana ini?”
Nabi ﷺ menjawab,
“Untuk seorang Muslim yang bertauhid.”
Penyesalan dan Pertobatan
Lelaki itu terbangun sambil menangis dan menyesali perbuatannya. Ia keluar dari rumah, berkeliling seluruh kota untuk mencari wanita tersebut.
Setelah mengetahui bahwa wanita itu berada di rumah orang Majusi, ia segera mengutus seseorang memanggilnya.
Ketika ia datang kepada si Majusi, ia berkata,
“Di mana wanita ‘Alawiyyah itu?”
Si Majusi menjawab,
“Ia bersama keluargaku.”
Lelaki itu berkata,
“Aku ingin menemuinya.”
Tapi si Majusi menjawab,
“Tidak bisa.”
Orang Muslim itu bersikeras,
“Ambillah seribu dinar dariku, dan serahkanlah mereka kepadaku.”
Hidayah dari Allah
Lelaki Muslim itu tercengang, lalu si Majusi berkata,
“Apakah engkau hendak mengajarkanku tentang Islam?
Demi Allah, aku dan seluruh keluargaku tidak tidur malam ini hingga kami masuk Islam di tangan wanita ‘Alawiyyah itu.
Aku pun melihat mimpi yang sama denganmu!”
Ia melanjutkan,

Komentar
Posting Komentar