Kelahiran Nabi Ishaq عليه السلام
Kabar Gembira dari Langit
Allah Ta‘ālā berfirman bahwa Dia memberi kabar gembira
kepada Nabi Ibrahim tentang kelahiran seorang anak bernama Ishaq, yang kelak
menjadi seorang nabi yang saleh. Allah juga menegaskan bahwa keberkahan
diberikan kepada Ibrahim, kepada Ishaq, dan kepada sebagian keturunan keduanya
yang akan berbuat baik, meskipun ada pula yang menzalimi diri sendiri.
Kabar gembira ini tidak datang secara biasa. Allah mengutus
malaikat-malaikat pilihan–Jibril, Mikail, dan Israfil–yang datang mengunjungi
Ibrahim dan istrinya, Sarah, ketika mereka sedang dalam perjalanan menuju kaum
Luth untuk membinasakan mereka.
Kedatangan Tiga Tamu Misterius
Pada suatu hari, Ibrahim melihat tiga orang laki-laki tampak
asing mendekati rumahnya. Sebagai tuan rumah yang sangat dermawan, Ibrahim
menyambut mereka dengan ramah:
“Salam.”
“Salam,” jawab para tamu itu.
Tanpa menunggu lama, Ibrahim menyelinap ke dapurnya dan
memerintahkan keluarganya menyiapkan hidangan terbaik. Ia menyuguhkan anak sapi
panggang yang gemuk, makanan paling istimewa yang ia punya.
Namun, ketika makanan itu didekatkan kepada para tamu,
Ibrahim menyadari sesuatu yang aneh: tangan mereka tidak menyentuh makanan itu.
Dalam adat manusia, tamu yang tidak makan adalah tanda bahaya. Ibrahim pun
mulai merasa takut.
Para tamu itu lalu berkata dengan lembut:
“Jangan takut, wahai Ibrahim. Kami adalah utusan Allah, dan
kami diutus untuk menghancurkan kaum Luth.”
Mendengar hal itu, Sarah yang berada di belakang para tamu
ikut merasa lega dan bahagia. Ia bahkan tertawa karena gembira melihat para
pendosa itu akan dibinasakan.
Kabar Gembira yang Mengejutkan
Setelah ketegangan itu reda, para malaikat memberi kabar
gembira lain yang jauh lebih mengejutkan:
“Kami memberi kabar gembira kepadamu dengan kelahiran Ishaq,
dan setelah Ishaq akan lahir pula Ya‘qub.”
Sarah yang mendengar itu terperanjat. Ia berteriak kaget,
menepuk wajahnya—sebagaimana kebiasaan para wanita ketika takjub—seraya
berkata:
“Apakah aku akan melahirkan? Padahal aku sudah tua, dan
suamiku juga sudah sangat tua! Ini sungguh menakjubkan!”
Para malaikat menjawab dengan kata-kata penuh keteduhan:
“Apakah engkau heran dengan ketetapan Allah?
Rahmat dan keberkahan Allah atas kalian, wahai keluarga Ibrahim.
Sesungguhnya Dia Maha Terpuji lagi Maha Mulia.”
Ibrahim Pun Takjub
Tidak hanya Sarah yang takjub. Ibrahim pun terheran-heran
mendengar kabar itu meski hatinya dipenuhi kegembiraan.
Ia berkata:
“Apakah kalian memberi kabar gembira kepadaku, padahal aku
sudah sangat tua? Dengan apakah kalian memberi kabar gembira itu?”
Para malaikat kembali menegaskan:
“Kami menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan benar.
Maka janganlah engkau menjadi orang yang berputus asa.”
Ibrahim menjawab dengan penuh keyakinan:
“Siapa yang berputus asa dari rahmat Tuhannya kecuali
orang-orang yang sesat?”
Penegasan dari Allah
Allah ‘Azza wa Jalla menegaskan kembali bahwa Sarah
benar-benar akan melahirkan seorang anak bernama Ishaq, dan dari Ishaq kelak
akan lahir Ya‘qub, yang bahkan akan hidup sehingga dapat disaksikan oleh
Ibrahim dan Sarah. Ini menunjukkan bahwa Sarah tidak hanya akan memiliki anak,
tetapi juga akan merasakan kebahagiaan dari cucunya.
Allah juga mengabarkan bahwa Ishaq akan menjadi seorang
“ghulām ‘alīm”—anak laki-laki yang berilmu, cerdas, penuh kesabaran, dan
menepati janji.
Doa untuk Ismail dan Janji Allah
Dalam kesempatan lain, Ibrahim berdoa kepada Allah:
“Semoga Ismail hidup di hadapan-Mu.”
Maka Allah menjawab bahwa doa itu telah dikabulkan. Ismail
akan diberkahi, memiliki banyak keturunan, dan akan lahir darinya dua belas
pemimpin besar. Namun, mengenai Sarah, Allah menegaskan:
“Sesungguhnya istrimu, Sarah, akan melahirkan seorang anak
laki-laki bagimu, dan kamu akan menamainya Ishaq.”
Allah juga menetapkan perjanjian-Nya bagi Ishaq dan
keturunannya sebagai keturunan yang diberkahi.
Penutup: Tanda Kekuasaan Allah
Kisah ini menjadi tanda kuat betapa besarnya kekuasaan
Allah. Seorang wanita mandul yang sudah tua dan seorang laki-laki yang telah
lanjut usia—keduanya dikaruniai seorang anak yang menjadi nabi besar, yang
darinya lahir pula nabi-nabi berikutnya.
Kelahiran Ishaq adalah bukti bahwa tak ada yang mustahil
bagi Allah, dan bahwa rahmat-Nya dapat datang di saat yang paling tidak
terduga.
Sumber
“قصص الأنبياء من البداية والنهاية”

Komentar
Posting Komentar