Rihlah Ibnu Bathutah #35 : Zaila’ dan Mogadishu , Kota Kotor, Perdagangan, dan Tradisi Islam Afrika
Zaila’: Kota Hitam yang Kotor dan Bau Dari Aden, aku berangkat melalui laut selama empat hari hingga sampai ke kota Zaila’. Inilah kota bangsa Barbar, yaitu kelompok orang Sudan yang bermazhab Syafi’i. Negeri mereka berupa padang pasir luas yang dapat ditempuh dalam perjalanan dua bulan penuh; awalnya adalah Zaila’, dan akhirnya adalah kota besar yang kelak akan kuceritakan: Magadishu. Hewan ternak mereka kebanyakan unta. Mereka juga memiliki domba yang sangat gemuk dan terkenal. Penduduk Zaila’ berkulit hitam, dan kebanyakan mereka adalah penganut aliran Rafidhah (Syiah). Kota Zaila’ besar dan memiliki pasar yang ramai. Namun, ia adalah kota terkotor yang pernah kulihat di dunia. Paling menjijikkan dan paling busuk baunya. Penyebab utamanya adalah banyaknya ikan yang mereka tangani dan darah unta yang mereka sembelih di lorong-lorong kota, dibiarkan mengalir dan menggenang. Ketika kami tiba di sana, aku dan sahabat-sahabatku memutuskan untuk bermalam di kapal, tetap berada di laut, me...
Komentar
Posting Komentar